Politik dan Pemerintahan

Kabupaten Kediri Optimistis Penuhi Target 7.000 Hektare Bongkar Ratoon untuk Dukung Swasembada Gula Nasional

Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis mampu mencapai target 7.000 hektare program bongkar ratoon sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada gula konsumsi nasional.

Optimisme tersebut disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa usai mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan tanam tebu perdana program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Dewi, hingga saat ini Surat Keputusan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) telah diterbitkan untuk lahan seluas 2.186 hektare. Sementara itu, realisasi bongkar ratoon telah mencapai 486 hektare.

“Alhamdulillah per hari ini SK Calon Petani/Calon Lokasi (CPCL) seluas 2.186 hektar dan yang sudah bongkar ratoon 486 hektar, dan kita optimis bisa memenuhi target 7.000 hektar bongkar ratoon di Kabupaten Kediri,” ujarnya usai mengunjungi PT SGN Ngadirejo.

Ia menjelaskan, luas areal tanaman tebu di Kabupaten Kediri saat ini mencapai 22.297 hektare. Pada 2025, Kabupaten Kediri tercatat memiliki luas bongkar ratoon terbesar di Indonesia dengan cakupan mencapai 3.864,81 hektare.

Program bongkar ratoon merupakan upaya peremajaan tanaman tebu dengan mengganti tanaman lama yang produktivitasnya menurun menggunakan varietas unggul yang memiliki potensi hasil lebih tinggi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas tebu secara berkelanjutan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran penting sebagai salah satu sentra produksi tebu terbesar di Indonesia. Karena itu, peningkatan produktivitas melalui program bongkar ratoon menjadi bagian penting dalam mendukung target swasembada gula nasional.

“Keberhasilan program bongkar ratoon memerlukan sinergi antara pemerintah, petani, serta pelaku industri gula. Dan Jawa Timur siap menjadi penggerak utama dalam mendukung swasembada gula nasional,” kata Khofifah.

Senada dengan hal tersebut, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Ali Jamil menyebut program bongkar ratoon sebagai langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya tebu.

“Sekaligus mendorong penerapan sistem pertanian modern agar produksi gula nasional semakin kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Direktur Utama PT SGN Mahmudi menegaskan komitmen perusahaan dalam menyukseskan program tersebut melalui pendampingan kepada petani dan penguatan kerja sama antara sektor perkebunan dan industri gula.

“Melalui program bongkar ratoon PT SGN berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat agar produktivitas serta kualitas tebu semakin baik dan mampu menopang kebutuhan gula nasional,” ungkapnya.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button