Gus Qowim Hadiri Lomba Tartil dan Cerdas Cermat TPQ Manisrenggo, Dorong Generasi Qurani di Kediri


Kediri, gelarfakta.com – Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, menghadiri sekaligus memberikan semangat kepada peserta Lomba Cerdas Cermat dan Tartil Al-Qur’an antar TPQ se-Kelurahan Manisrenggo, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Manisrenggo ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta dan masyarakat.
Sebanyak 28 peserta mengikuti lomba Tartil Al-Qur’an, sedangkan Lomba Cerdas Cermat diikuti 19 kelompok yang masing-masing terdiri dari dua peserta. Ajang ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat pemahaman keislaman generasi muda.
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Gus Qowim tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan misi Pemerintah Kota Kediri dalam mewujudkan kota yang agamis, khususnya dalam upaya memberantas buta baca dan tulis Al-Qur’an.
“Harapan kami, dengan adanya kegiatan seperti ini, semangat belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, terus menyala. Ini sejalan dengan visi Kota Kediri agar lepas dari buta baca Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi orang tua di era digital saat ini. Menurutnya, derasnya arus hiburan digital membuat anak-anak semakin mudah terdistraksi, sehingga diperlukan peran aktif keluarga dalam mendampingi pendidikan agama.
“Dengan adanya lomba Tartil dan Cerdas Cermat ini serta melihat antusiasme anak-anak yang luar biasa, saya optimis semangat belajar Al-Qur’an di Kelurahan Manisrenggo masih sangat besar. Ini menjadi harapan bagi kita semua,” ungkapnya.
Gus Qowim turut mengapresiasi peran wali santri, orang tua, ustadz, dan ustadzah yang terus sabar mendampingi anak-anak dalam belajar Al-Qur’an sejak dini. Ia menilai, peran keluarga dan pendidik sangat penting dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak dan membanggakan daerah.
“Terangilah rumahmu dengan bacaan Al-Qur’an, terangilah kelurahanmu dengan bacaan Al-Qur’an, dan lebih luas lagi terangilah Kota Kediri dengan Al-Qur’an. InsyaAllah dengan itu semua, Kota Kediri akan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pesannya.
Di akhir kegiatan, Gus Qowim juga berpesan kepada para peserta agar menjadikan perlombaan ini sebagai pengalaman berharga. Ia menekankan bahwa keberanian untuk tampil dan belajar jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir perlombaan.(*/pty/kur)



