EkonomiKuliner

Pelatihan Fortifikasi Disperdagin Kediri Cetak Kader Posyandu Andal, Targetkan Zero Stunting

Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) terus memperkuat upaya pemenuhan gizi balita dengan menggelar Pelatihan Fortifikasi Tahun 2026 bertema “Optimalisasi Gizi dalam Menu Pendamping ASI dan Balita”. Kegiatan yang berlangsung sejak Senin (20/4/2026) tersebut resmi ditutup pada Jumat (24/4/2026) di Panti PKK Kota Kediri.

Penutupan pelatihan ditandai dengan kompetisi memasak antarpeserta yang terbagi dalam empat kelompok. Sebanyak 20 kader Posyandu dari berbagai wilayah di Kota Kediri mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Kepala Disperdagin Kota Kediri, Moh. Ridwan, menjelaskan bahwa pelatihan ini digelar sebagai respons terhadap masih ditemukannya kasus stunting di Kota Kediri. Melalui pelatihan ini, kader Posyandu diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, khususnya orang tua balita, dalam menyusun menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

“Harapannya, balita di Kota Kediri dapat tumbuh sehat dan terhindar dari masalah kesehatan di masa depan,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung mengolah bahan makanan menjadi menu bergizi. Para peserta bahkan dibekali bahan pangan untuk memastikan keterampilan yang didapat bisa langsung diterapkan di masyarakat.

Materi pelatihan menghadirkan berbagai narasumber kompeten, mulai dari Dinas Kesehatan Kota Kediri terkait kelayakan pangan, akademisi bidang gizi mengenai MPASI dan balita, hingga materi kewirausahaan dan sosialisasi halal.

Selain meningkatkan kapasitas kader, program ini juga bertujuan memperluas jangkauan edukasi kepada kelompok masyarakat yang belum aktif ke Posyandu, termasuk ibu hamil dan keluarga berisiko. Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan hingga mencapai nol kasus.

Di sisi lain, peserta dari kelompok masyarakat desil 1 hingga 4 yang telah mengikuti pelatihan juga didorong untuk memanfaatkan peluang bantuan modal usaha. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus mendukung penyediaan makanan bergizi di lingkungan masing-masing.

Pemerintah juga mengimbau kader untuk menggalakkan konsumsi ikan, mengingat tingkat konsumsi ikan di Kota Kediri masih relatif rendah. Edukasi pengolahan ikan air tawar secara menarik menjadi bagian penting dalam pelatihan ini.

Ketua TP PKK Kota Kediri, Ning Faiqoh Azizah Muhammad, yang turut menilai hasil lomba memasak, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas peserta.

“Semuanya enak dan di luar dugaan saya. Saya kira hanya tampilannya yang menarik, ternyata rasanya juga luar biasa,” ungkapnya.

Adapun hasil lomba memasak, Kelompok 4 meraih peringkat pertama dengan menu tartlet lurbekle, disusul Kelompok 2 dengan abon lele, Kelompok 3 dengan kremesan hati ayam, dan Kelompok 1 dengan nugget ikan.

Ning Faiqoh berharap pelatihan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga mendorong kader Posyandu untuk aktif menularkan ilmu yang diperoleh demi meningkatkan kualitas gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dengan sinergi berbagai pihak, Pemerintah Kota Kediri optimistis kualitas kesehatan generasi mendatang akan semakin meningkat dan terbebas dari stunting.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button