Ekonomi

Youth Fest di Goa Selomangleng Jadi Ruang Kreativitas Pemuda Kota Kediri

Kediri, gelarfakta.com – Youth Fest yang digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Kawasan Goa Selomangleng menjadi wadah bagi generasi muda Kota Kediri untuk menampilkan kreativitas dan potensi mereka. Festival selama dua hari ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan menghadirkan beragam kegiatan seni, hiburan, dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha menghadiri kegiatan tersebut pada Minggu (1/11/2026). Sejumlah kegiatan meramaikan festival, mulai dari atraksi seni pemuda, pertunjukan musik langsung, kuliner, permainan, bazar UMKM, hingga layanan administrasi kependudukan. Panitia juga menyediakan 1.000 voucher makan gratis bagi pengunjung yang dapat dinikmati langsung di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Qowimuddin mengapresiasi organisasi pemuda, komunitas, pelaku seni, UMKM, panitia, serta berbagai pihak yang berkolaborasi menyelenggarakan Youth Fest.

Menurutnya, kerja sama berbagai elemen tersebut berperan dalam menghidupkan Kawasan Goa Selomangleng sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan potensi mereka.

“Kolaborasi seperti inilah yang membuat Selomangleng semakin ramai dan hidup,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Qowim itu juga menyoroti peluang yang terbuka bagi generasi muda pada era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi memungkinkan anak muda berkarya dan memperkenalkan gagasan mereka hingga ke berbagai penjuru dunia.

Namun, ia mengingatkan bahwa perjalanan generasi muda tidak selalu mudah. Perasaan tertinggal, kekhawatiran mengenai pekerjaan dan masa depan, serta tuntutan untuk selalu terlihat baik-baik saja dapat menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, Gus Qowim mengajak para pemuda untuk tidak menghadapi berbagai persoalan sendirian. Ia menilai keberanian untuk bercerita, meminta bantuan, belajar dari kegagalan, dan kembali mencoba merupakan bagian dari proses bertumbuh.

Ia juga berpesan agar generasi muda tidak mengukur nilai diri hanya berdasarkan jumlah pengikut di media sosial, nilai akademik, atau kecepatan mencapai sesuatu. Setiap orang, menurutnya, memiliki waktu dan jalannya masing-masing untuk berkembang.

Semangat tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan Youth Fest. Para pemuda menyalurkan kreativitas melalui musik dan tari, mengembangkan usaha melalui UMKM, serta berkontribusi kepada masyarakat lewat kegiatan sosial, kepalangmerahan, kepramukaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Gus Qowim menegaskan bahwa Kota Kediri membutuhkan generasi muda yang kreatif, peduli, dan mampu membangun kolaborasi.

“Mari jadikan Youth Fest sebagai ruang pertemuan kreativitas dan kepedulian, antara warisan Kota Kediri dan gagasan baru anak mudanya. Dari kawasan Goa Selomangleng ini, semoga lahir kolaborasi baru, peluang baru, dan keberanian baru untuk melangkah. Selamat menikmati Festival Pemuda. Dukung para penampil, kunjungi UMKM, jaga kebersihan, dan bawa pulang semangat kolaborasi,” pungkasnya.

Selain memberikan apresiasi kepada penyelenggara dan peserta, Gus Qowim juga menunjukkan dukungannya terhadap pelaku usaha lokal dengan membeli sejumlah produk UMKM yang dijajakan di area bazar.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button