Finfest 2026 Kota Kediri Hadirkan 32 Stan Keuangan dan 70 UMKM

Kediri, gelarfakta.com – Financial Festival (Finfest) 2026 digelar di area Balai Kota Kediri pada 24–25 Oktober 2026 untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif. Festival yang menghadirkan 32 stan lembaga jasa keuangan dan 70 UMKM tersebut dibuka Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat, dan Wakil Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri Abiwodo, Sabtu (24/10/2026).
Finfest 2026 mengusung tema “Transforming Creativity into Digital Economic Value”. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku UMKM, sektor ekonomi kreatif, dan masyarakat untuk memperluas akses keuangan serta membuka peluang usaha.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, di era digital, ide kreatif tidak lagi sekadar hobi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bisnis digital yang memiliki nilai ekonomi. Namun, kreativitas perlu diimbangi pemahaman tentang pengelolaan keuangan, akses permodalan yang aman, serta pengembangan usaha yang legal dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha kreatif diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan dan mengoptimalkan akses terhadap layanan keuangan resmi, mulai dari perbankan digital, investasi, hingga perlindungan usaha,” jelasnya.
Vinanda berharap Finfest 2026 menjadi ruang edukasi dan inspirasi bagi pelajar, pelaku usaha, serta komunitas agar semakin bijak dalam mengelola keuangan. Masyarakat juga diharapkan dapat memanfaatkan festival tersebut untuk mengenal produk dan layanan lembaga jasa keuangan sekaligus mengakses layanan secara langsung.
“Selain menggerakkan kembali perekonomian Kota Kediri, kegiatan ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui festival tersebut, masyarakat tidak hanya dapat mengenal berbagai produk lembaga jasa keuangan, tetapi juga mengakses layanan secara langsung, seperti membuka rekening tabungan, memperoleh pembiayaan, dan berinvestasi secara aman,” ungkapnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada OJK, FKIJK, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Kediri yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Vinanda berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut untuk memperluas akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI), FKIJK, lembaga jasa keuangan, dan seluruh mitra yang mendukung penyelenggaraan Finfest 2026.
Menurut Ismirani, Finfest telah memasuki tahun kelima sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022. Ia menyebut kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, transaksi selama dua hari pameran tercatat mencapai Rp5,7 miliar.
“Ini merupakan salah satu bukti bahwa kegiatan Finfest yang kami adakan memiliki potensi besar untuk mempertemukan masyarakat dengan produk dan layanan jasa keuangan sekaligus membuka peluang ekonomi,” ujarnya.
Ismirani menjelaskan, pemerintah telah menetapkan target inklusi keuangan sebesar 93 persen pada 2029 dan 98 persen pada 2045. Target tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan tercatat mencapai 93,61 persen. Meski demikian, upaya perluasan akses layanan keuangan masih diperlukan untuk mencapai target jangka panjang sebesar 98 persen pada 2045.
Penyelenggaraan Finfest juga menjadi bagian dari momentum Bulan Inklusi Keuangan yang berlangsung setiap Oktober. Tahun ini, kegiatan tersebut memberi perhatian pada pengembangan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan usaha yang baik, serta peningkatan akses dan pemahaman keuangan.
Sebanyak 32 stan pameran menghadirkan lembaga jasa keuangan dari sektor perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, dan penjaminan. Selain itu, 70 UMKM binaan lembaga jasa keuangan dan perangkat daerah turut memamerkan produk serta kreativitas usaha lokal.
Rangkaian kegiatan Finfest 2026 juga meliputi pemilihan Duta Literasi OJK Kediri, edukasi keuangan, lomba video edukasi, Stocklab Competition, lomba stan interaktif, dan lomba band khusus lembaga jasa keuangan. Pengunjung juga dapat mengikuti lomba pembuatan konten Instagram dan lomba busana terbaik atau best costume setiap hari.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Tidak hanya untuk menikmati hiburan dan berbelanja produk UMKM, tetapi juga menambah wawasan, mengenal produk dan layanan jasa keuangan, serta membangun kebiasaan keuangan yang lebih baik,” jelas Ismirani.
Dalam kesempatan itu, Ismirani juga menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Kota Kediri atas pencapaiannya sebagai penerima nominasi TPAKD Terbaik tingkat kota wilayah Jawa dan Bali. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Vinanda Prameswati beserta jajaran pemerintah kota yang tergabung dalam TPAKD Kota Kediri.
Finfest 2026 diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif sekaligus mendorong kreativitas sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Rangkaian acara turut diisi dengan penobatan Duta Literasi OJK Kediri 2026 dan ditutup dengan penampilan Pongki Barata.(*/pty/kur)



