Pendidikan

Hari Pramuka ke-65, Wali Kota Kediri Dorong Pramuka Jadi Ruang Belajar Kreatif dan Pemecah Masalah

Kediri, gelarfakta.com – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mendorong Gerakan Pramuka agar terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, Pramuka tidak hanya berkaitan dengan kegiatan berkemah, mendirikan tenda, membuat simpul, atau baris-berbaris, tetapi juga harus menjadi ruang belajar untuk membentuk generasi kreatif, mandiri, adaptif, dan mampu berkontribusi menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Vinanda saat memimpin Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 di GOR Joyoboyo Kota Kediri, Jumat (4/9/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam amanatnya, Vinanda mengatakan tema tersebut menjadi momentum bagi Gerakan Pramuka untuk menjaga relevansinya dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan seperti berkemah, baris-berbaris, membaca arah mata angin, membaca sandi, hingga survival tetap penting karena menjadi bagian dari pembentukan karakter yang tangguh, disiplin, mandiri, peduli, dan mampu bekerja sama.

“Namun, saat ini pendidikan kepramukaan harus lebih inovatif, tetapi tetap menyenangkan. Pramuka harus mampu berperan aktif untuk berbakti dan mengabdi bagi masyarakat,” ujarnya.

Vinanda menekankan pendidikan kepramukaan perlu berkembang dari sekadar learning by doing menjadi learning, creating, and solving. Dengan pendekatan tersebut, anggota Pramuka tidak hanya belajar melakukan sesuatu, tetapi juga didorong untuk menciptakan gagasan dan menyelesaikan persoalan nyata.

Ia mencontohkan, keterampilan Pramuka tidak cukup hanya pada kemampuan membuat simpul, tetapi juga bagaimana membangun persaudaraan. Begitu pula kemampuan mendirikan tenda diharapkan dapat membentuk ketangguhan diri dan organisasi. Sementara Dasa Darma tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap Pramuka juga memiliki kepedulian terhadap pangan, kelestarian lingkungan, kewirausahaan, penggunaan teknologi, dan pemberdayaan potensi lokal,” tutur Vinanda.

Menurutnya, kontribusi tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Anggota Pramuka dapat menanam dan merawat tanaman pangan di sekolah maupun rumah, belajar mengolah sampah, mengurangi sampah makanan, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Vinanda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka Kota Kediri, para pembina, orang tua, dan pihak-pihak yang selama ini turut membina generasi muda.

“Di balik setiap Pramuka yang hebat, ada pembina dan orang tua yang sabar mendampingi,” katanya.

Vinanda berharap Gerakan Pramuka Kota Kediri dapat menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya generasi yang berkarakter, kreatif, inovatif, terampil, mandiri, adaptif terhadap teknologi, peduli lingkungan, dan memiliki semangat pengabdian.

“Dengan semangat Hari Pramuka ke-65 tahun 2026, mari kita satukan langkah dan satukan semangat untuk terus berkarya. Dirgahayu Gerakan Pramuka,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyematan lencana kegiatan Jambore Nasional XII kepada kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri.

Selain itu, dilakukan penyematan Brevet Brigade Penolong kepada Ketua Majelis Pembimbing Ranting dan perwakilan tiga Ketua Majelis Pembimbing Kelurahan, yakni Campurejo, Tempurejo, dan Pakelan. Brevet Brigade Penolong angkatan ke-10 tahun 2026 juga disematkan kepada Jericho Petrus Danisatria.

Penghargaan turut diberikan kepada para pemenang Lomba Video Vlog “Aku Bangga Jadi Pramuka”. Juara pertama diraih Aisyah Nurul Aini dari UIN Syekh Wasil Kediri, juara kedua Bayu Setiawan dari SMPN 4 Kota Kediri, sedangkan juara ketiga diraih Fella Dwi Agustina dari SDN Ngronggo 2 Kota Kediri.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button