30 Sekolah di Kota Kediri Didorong Terapkan Sekolah Sehat dan Ramah Anak Berbasis Deep Learning


Kediri, gelarfakta.com – Dinas Pendidikan Kota Kediri terus mendorong terwujudnya satuan pendidikan yang sehat, ramah anak, aman, nyaman, dan inklusif. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik melalui pendampingan implementasi sekolah sehat dan sekolah ramah anak berbasis deep learning yang diinisiasi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan, pendampingan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memastikan konsep sekolah sehat dan ramah anak dapat diterapkan secara nyata sekaligus mendukung pembelajaran mendalam di satuan pendidikan.
“Program ini menyasar 30 lembaga pendidikan yang terpilih untuk mendapatkan pendampingan. Setelah mengikuti bimbingan teknis, lembaga-lembaga tersebut memiliki kewajiban untuk melakukan pengimbasan kepada lembaga pendidikan lainnya, terutama terkait praktik baik penerapan sekolah sehat, ramah anak, aman, dan nyaman dalam rangka pembelajaran mendalam,” jelasnya, Senin (31/8/2026).
Menurut Mandung, pembelajaran mendalam penting diterapkan karena menjadi salah satu strategi pembelajaran yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong peserta didik memahami materi secara lebih mendalam, menyenangkan, dan sarat nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembelajaran di kelas tidak hanya sekadar menyampaikan materi. Bagaimana materi itu disampaikan secara mendalam, menyenangkan, dan penuh nilai yang bisa diberikan kepada siswa. Ini yang harus kita dorong,” ujarnya.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran mendalam adalah STEAM, yang merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics. Pendekatan ini memungkinkan guru mengintegrasikan berbagai aspek ke dalam satu tema pembelajaran sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih utuh dan kontekstual.
Mandung berharap penerapan pembelajaran mendalam di Kota Kediri dapat dilakukan secara menyeluruh. Pendampingan yang diinisiasi UNP Kediri menjadi salah satu bentuk dukungan untuk memperkuat kapasitas satuan pendidikan dalam menerapkan konsep tersebut.
Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) PG PAUD UNP Kediri Anik Lestariningrum mengatakan, program pendampingan telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Pendampingan dilakukan secara intensif, salah satunya melalui grup WhatsApp yang menjadi wadah komunikasi antara tim pendamping dan satuan pendidikan peserta.
“Tujuan kami adalah mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Jadi, tidak hanya sekadar pembelajaran di PAUD yang menyenangkan dengan ice breaking, tepuk tangan, atau bernyanyi. Lebih dari itu, kami ingin menyiapkan sekolah yang benar-benar memiliki standar yang layak untuk anak, mulai dari kriteria sehat, aman, nyaman, inklusif, sampai pada pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan,” terang Anik.
Dalam rangkaian pendampingan tersebut, peserta juga diberi kesempatan menunjukkan praktik baik yang telah diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Praktik tersebut dituangkan dalam video yang terbagi dalam dua kategori, yakni Inspirasi Guru PAUD dan Best Practice Implementasi Sekolah Sehat dan Sekolah Ramah Anak Berbasis Deep Learning.
Kegiatan pada Senin (31/8/2026) menjadi puncak rangkaian pendampingan yang telah berlangsung selama satu bulan. Agenda tersebut diisi dengan bimbingan teknis, penyampaian materi oleh narasumber, serta pemberian penghargaan kepada peserta terpilih atas praktik baik yang telah dilakukan.
Anik menegaskan, keberhasilan penerapan pembelajaran mendalam tidak dapat hanya mengandalkan guru dan kepala sekolah. Diperlukan sinergi dengan orang tua, masyarakat, dan perangkat daerah terkait.
“Di dalam salah satu indikator pembelajaran mendalam terdapat bagaimana kemitraan harus terjalin. Hal tersebut juga menjadi bagian dari indikator sekolah sehat dan sekolah ramah anak. Jadi, ketika guru dan kepala sekolah tidak mampu sendiri, ada wali murid, masyarakat, dan dinas terkait yang bisa digandeng,” jelasnya.
Untuk mengukur hasil pendampingan, tim melakukan pre-test dan post-test terhadap materi serta proses pendampingan yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80 persen peserta telah memahami konsep sekolah sehat dan sekolah ramah anak berbasis pembelajaran mendalam.
Anik berharap praktik baik yang dihasilkan 30 lembaga pendidikan peserta pendampingan tidak berhenti di masing-masing sekolah. Praktik tersebut diharapkan dapat terus dibagikan dan diterapkan oleh satuan pendidikan lainnya.(*/pty/kur)



