Peristiwa

Karnaval Budaya Balowerti Berpotensi Picu Kepadatan, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

Kediri, gelarfakta.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengimbau calon penumpang yang akan berangkat dari Stasiun Kediri untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal pada Minggu (30/8/2026).

Imbauan tersebut disampaikan seiring pelaksanaan Karnaval Budaya Kelurahan Balowerti yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut mencakup kawasan sekitar Stasiun Kediri dan diperkirakan dihadiri banyak peserta serta penonton.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar stasiun maupun sejumlah akses jalan menuju Stasiun Kediri.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, imbauan tersebut merupakan langkah antisipasi agar pelanggan tetap dapat tiba di stasiun tepat waktu dan tidak tertinggal jadwal keberangkatan kereta.

“Kami mengimbau para pelanggan yang akan berangkat dari Stasiun Kediri pada hari Minggu besok untuk memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun dengan lebih awal serta memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari potensi kepadatan di sekitar lokasi kegiatan,” ujar Tohari.

Menurut Tohari, KAI Daop 7 Madiun tetap berkomitmen menjaga kelancaran operasional perjalanan kereta api. Di sisi lain, KAI juga mendukung kegiatan masyarakat dan pemerintah daerah setempat dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

“Kami memohon maaf atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Kami juga mengajak masyarakat dan para peserta kegiatan untuk tetap berhati-hati di jalan serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas lalu lintas yang berlaku selama kegiatan berlangsung,” tambahnya.

KAI Daop 7 Madiun mengapresiasi kerja sama dan pengertian pelanggan serta masyarakat dalam menjaga kelancaran operasional kereta api sekaligus mendukung pelaksanaan Karnaval Budaya Kelurahan Balowerti.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button