

Madiun, gelarfakta.com – Memasuki H+3 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, arus balik penumpang kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun masih terpantau tinggi. Lonjakan mobilitas ini terlihat dari tingginya jumlah penumpang baik yang berangkat maupun datang di sejumlah stasiun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa berdasarkan data sementara selama periode 11 Maret hingga 25 Maret 2026, tercatat sebanyak 142.628 pelanggan berangkat (naik) dan 186.713 pelanggan datang (turun).
“Untuk periode tersebut, tercatat sebanyak 142.628 pelanggan berangkat (naik) dan 186.713 pelanggan datang (turun) di wilayah Daop 7 Madiun,” ujar Tohari.
Sementara itu, pada periode 11 Maret hingga 24 Maret 2026, jumlah penumpang naik mencapai 129.377 pelanggan dan penumpang turun sebanyak 176.918 pelanggan. Puncak keberangkatan terjadi pada Selasa (24/3/2026) dengan jumlah 17.753 pelanggan, sedangkan puncak kedatangan tercatat pada 18 Maret 2026 sebanyak 15.131 pelanggan.
Secara keseluruhan, selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, jumlah sementara penumpang mencapai 198.429 pelanggan berangkat dan 217.278 pelanggan datang di wilayah Daop 7 Madiun.
Kondisi terkini pada Rabu (25/3/2026) juga menunjukkan volume penumpang masih tinggi. Hingga saat ini, jumlah penumpang naik tercatat sebanyak 13.251 pelanggan dan penumpang turun sebanyak 9.795 pelanggan. Angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah hingga akhir hari.
“Tohari menambahkan bahwa tingginya volume penumpang pada H+3 Lebaran ini menunjukkan arus balik masyarakat masih berlangsung dan diperkirakan akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan,” imbuhnya.
KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan raya yang melintasi perlintasan sebidang, untuk selalu waspada dan mengutamakan perjalanan kereta api. Masyarakat diingatkan agar tidak menerobos palang pintu demi keselamatan bersama.
Selain itu, warga yang berada di sekitar jalur rel juga dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api karena dapat membahayakan keselamatan. Peningkatan frekuensi perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran, termasuk pengoperasian kereta tambahan, membuat jalur semakin padat dari biasanya.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memastikan kembali jadwal perjalanan, serta menjaga barang bawaan selama berada di stasiun maupun di dalam kereta.
Dengan tingginya arus balik ini, KAI Daop 7 Madiun terus berupaya menjaga kelancaran operasional serta memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan keselamatan pelanggan selama periode Lebaran.(*/pty/kur)



