KesehatanPolitik dan Pemerintahan

Mini Lokakarya Stunting Digelar di Mojoroto, Pemkot Kediri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Kediri, gelarfakta.com – Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kota Kediri terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Salah satunya dilakukan melalui Mini Lokakarya Stunting Tingkat Kecamatan yang digelar di Aula Kecamatan Mojoroto, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung secara bergantian di seluruh kecamatan di Kota Kediri. Di Kecamatan Kota, mini lokakarya akan digelar Kamis (3/9/2026), sedangkan di Kecamatan Pesantren dilaksanakan Jumat (4/9/2026).

Pertemuan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Koordinasi, Kolaborasi dan Sinergisitas dalam Pelaksanaan Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting pada Sasaran Keluarga Risiko Stunting (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Balita dan Catin)”.

Mini lokakarya ini diharapkan menjadi wadah untuk menyusun perencanaan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Untuk memberikan pemahaman secara holistik kepada peserta, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, di antaranya DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Bappeda, serta Koordinator Kecamatan SPPG di Kota Kediri.

Keterlibatan lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam penanganan stunting, mulai dari tahap perencanaan, pemantauan hingga tindak lanjut di lapangan.

Camat Mojoroto Abdul Rahman mengatakan, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan faktor spesifik gizi. Berbagai faktor sensitif gizi juga saling berinteraksi dan turut memengaruhi kondisi stunting.

“Tidak hanya faktor spesifik gizi, tetapi juga faktor sensitif gizi yang berinteraksi satu dengan lainnya,” ujarnya.

Menurut Abdul Rahman, stunting perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya dirasakan anak pada masa pertumbuhan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi berdampak terhadap produktivitas SDM dan optimalisasi bonus demografi.

“Stunting berdampak pada kualitas sumber daya manusia yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas SDM dan bonus demografi, sehingga pertambahan jumlah penduduk produktif yang besar tidak dapat dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri dr. Muhammad Fajri Mubasysyir mengatakan, Mini Lokakarya Kecamatan merupakan mekanisme operasional rutin yang mempertemukan para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan.

Menurutnya, forum tersebut menjadi salah satu modalitas untuk mempercepat penurunan stunting melalui koordinasi dan penguatan strategi bersama.

Melalui mini lokakarya, para pemangku kepentingan dapat menentukan strategi dan langkah yang diperlukan dalam menyusun rencana kegiatan berdasarkan hasil pemantauan serta monitoring pergerakan Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Fajri berharap perencanaan dan pelaksanaan mini lokakarya yang dilakukan secara baik dan berkelanjutan dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian target Jawa Timur Zero Stunting.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor. Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama agar berbagai program dan intervensi berjalan secara optimal.

“Mari kita terus tingkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor untuk menuntaskan dan melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan stunting, sehingga target zero stunting dapat tercapai,” pungkasnya.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button