OJK Kediri Perkuat Kapasitas TPAKD untuk Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Daerah


SURABAYA, gelarfakta.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Kediri terus memperkuat kapasitas TPAKD guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan capacity building bagi kabupaten/kota di wilayah kerja OJK Kediri yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Surabaya.
Kegiatan bertema “Penguatan Kapasitas TPAKD dalam Mendorong Akses Keuangan Daerah yang Tepat Sasaran, Terukur, dan Berkelanjutan” itu diikuti 23 peserta dari 11 kabupaten/kota di wilayah kerja OJK Kediri.
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, mengatakan TPAKD memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang merata.
“Pertumbuhan tingkat literasi dan inklusi keuangan tahun 2025 yang masing-masing tercatat sebesar 66,50 persen dan 80,51 persen menunjukkan masih adanya kesenjangan yang perlu dijembatani. Pemanfaatan layanan jasa keuangan harus diiringi pemahaman yang memadai terkait manfaat dan risiko penggunaannya secara bijak,” ujar Ismirani saat membuka kegiatan, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung efektivitas program TPAKD di daerah.
“Di tengah tantangan efisiensi saat ini, diperlukan sinergi yang kuat antarinstansi untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Kehadiran TPAKD Kota Surabaya sebagai penerima TPAKD Award 2025 diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana program yang terukur dan tepat sasaran mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat,” katanya.
Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi dari para narasumber, tetapi juga melakukan studi lapangan ke Mall Pelayanan Publik Kota Surabaya untuk melihat langsung implementasi program unggulan TPAKD Kota Surabaya.
Rombongan diterima Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad. Dalam sambutannya, Irvan menegaskan peran kepala daerah sangat penting dalam mendorong sinergi antarlembaga agar program yang dijalankan tidak hanya menghasilkan output, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
“Berbagai tantangan dalam integrasi data dan pelaksanaan program tentu ada. Namun, dukungan kepala daerah dalam mendorong seluruh pihak agar sejalan dengan visi pengentasan kemiskinan menjadi kunci keberhasilan program,” ujarnya.
Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah inovasi layanan di Mall Pelayanan Publik Kota Surabaya, seperti Galeri Investasi Pasar Modal, layanan E-PEKEN, dan KATEPAY. Inovasi tersebut dinilai mampu memberikan kemudahan akses layanan dan informasi keuangan secara cepat dan terintegrasi kepada masyarakat.
OJK Kediri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas dan kolaborasi TPAKD di wilayah kerjanya guna mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan yang merata dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat.(*/pty/kur)



