KAI Daop 7 Madiun Tekan Emisi, Kereta Lebih Ramah Lingkungan


Madiun, gelarfakta.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat perannya sebagai penyedia transportasi publik berkelanjutan melalui optimalisasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi secara terukur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi dalam layanan kereta api.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari Green Movement Program KAI Group, sebuah inisiatif strategis yang mendorong budaya perusahaan berbasis keberlanjutan guna mendukung pengurangan emisi karbon nasional.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa efisiensi kereta api terletak pada kemampuannya mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam satu waktu sehingga mampu menekan jejak karbon per individu secara signifikan.
“Kereta api adalah solusi mobilitas massa yang paling tepat di tengah tantangan iklim saat ini. Dengan kapasitas angkut yang besar, BBM subsidi yang kami kelola secara akuntabel mampu memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan,” ujarnya.
Berdasarkan estimasi, kereta api menghasilkan sekitar 15 hingga 40 gram CO2 per penumpang-kilometer. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan mobil pribadi yang mencapai 120 hingga 250 gram CO2 per penumpang-kilometer maupun sepeda motor sekitar 50 hingga 90 gram CO2 per penumpang-kilometer.
Selama Triwulan I Tahun 2026, Daop 7 Madiun melayani sebanyak 3.017.881 pelanggan. Jumlah tersebut menunjukkan potensi besar pengurangan emisi karbon jika dibandingkan dengan penggunaan kendaraan pribadi oleh jumlah penumpang yang sama.
Tohari menambahkan, untuk lima perjalanan kereta api jarak jauh keberangkatan awal dari Daop 7 Madiun selama periode tersebut, yang mencapai 450 perjalanan, dinilai jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi. Jika menggunakan sepeda motor, diperlukan lebih dari 2.011.921 perjalanan, sedangkan mobil mencapai sekitar 1.005.960 perjalanan.
Selain efisiensi energi, KAI Daop 7 Madiun juga telah menerapkan penggunaan Biosolar B40 pada seluruh armada diesel. Bahan bakar ini merupakan campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel yang dinilai lebih ramah lingkungan.
“Penggunaan bahan bakar ini tidak hanya menekan konsumsi energi, tetapi juga menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih dan lebih mudah terurai secara alami,” tambahnya.
KAI Daop 7 Madiun turut mengajak masyarakat untuk beralih ke transportasi publik, khususnya kereta api, sebagai pilihan utama dalam perjalanan jarak menengah maupun jauh.
“Kami mengajak masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kereta api. Selain terbebas dari kemacetan dan lebih tepat waktu, masyarakat secara langsung telah berpartisipasi dalam aksi nyata menurunkan polusi udara dan menjaga keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang,” tutup Tohari.
Melalui pengelolaan energi yang transparan sesuai prinsip Good Corporate Governance serta dukungan skema Public Service Obligation, KAI memastikan tarif tetap terjangkau tanpa mengurangi kualitas layanan maupun komitmen terhadap kelestarian lingkungan.(*/pty/kur)



