Wali Kota Kediri Dorong Takmir Masjid Tingkatkan Pengelolaan dan Rangkul Generasi Muda


Kediri, gelarfakta.com – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Pembekalan Takmir Masjid se-Kota Kediri di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas takmir dalam mengelola masjid dan memperkuat perannya di tengah masyarakat.
Vinanda mengatakan takmir tidak hanya bertugas memastikan masjid bersih, nyaman, dan kegiatan ibadah berjalan baik. Takmir juga memiliki peran dalam menghidupkan masjid agar memberikan manfaat bagi jamaah dan lingkungan sekitar.
Menurutnya, pembekalan tersebut sejalan dengan visi Kota Kediri, MAPAN, yang salah satu pilarnya adalah agamis. Nilai agamis, kata Vinanda, tidak hanya tercermin dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak, kepedulian, kejujuran, sikap saling menghormati, dan upaya menjaga kerukunan.
Vinanda menyebut Kota Kediri selama ini dikenal sebagai kota yang rukun dan toleran. Ia juga menyampaikan bahwa Kota Kediri masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia berdasarkan Indeks Kota Toleran selama lima kali berturut-turut.
“Tentu suasana seperti ini tidak tumbuh dengan sendirinya. Ini lahir dari kebiasaan masyarakat untuk saling menghargai, saling menjaga, dan hidup berdampingan dengan baik. Karena itu, saya berharap kehadiran panjenengan para takmir dapat terus memperkuat semangat tersebut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dinamika masyarakat yang terus berkembang perlu diikuti dengan peningkatan pengelolaan masjid. Masjid, menurutnya, perlu dikelola secara amanah, profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Vinanda berharap pembekalan dapat dimanfaatkan para takmir untuk menambah wawasan sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai pengelolaan masjid.
Dalam kegiatan tersebut, para takmir juga mendapatkan pengayaan mengenai pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) berbasis ekosistem digital syariah.
Menurut Vinanda, pengelolaan potensi ziswaf secara baik dapat memperluas manfaat, tidak hanya untuk mendukung kegiatan masjid, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan, mendukung pendidikan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi umat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masjid. Untuk itu, komunikasi antara takmir, jamaah, masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan perlu terus dibangun.
“Saya berharap, masjid selalu menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyejukkan. Karena itu, komunikasi antara takmir, jamaah, masyarakat, pemerintah, maupun aparat keamanan harus terus kita bangun dengan baik,” jelasnya.
Vinanda juga meminta para takmir terus merangkul generasi muda. Masjid diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak dan pemuda untuk belajar, berkegiatan, berkreasi, dan tumbuh bersama lingkungan masjid.
Dengan demikian, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal masjid sebagai tempat melaksanakan salat, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun pertemanan positif dan mendapatkan nilai-nilai yang menjadi bekal dalam kehidupan.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu mengatakan masjid selain menjadi tempat ibadah juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersosialisasi. Menurutnya, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan masjid, yakni kepengurusan, kegiatan, serta sarana dan prasarana.
Kepengurusan menjadi bagian penting karena berkaitan dengan pengelolaan masjid. Sementara kegiatan yang dilaksanakan perlu memperhatikan aspek keamanan, termasuk dengan melibatkan remaja masjid dalam berbagai kegiatan.
Adapun sarana dan prasarana berfungsi menunjang kegiatan di masjid sekaligus dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi.
“Saya rasa ketiga hal ini perlu dan tidak boleh terpisahkan. Jadi saya harap ini semua bisa menjadi masukan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis uang kehormatan imam masjid dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur.(*/pty/kur)



