Pemkot Kediri Pantau Harga Pangan di Pasar Setono Betek, Beras Premium Berstatus Waspada


Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali memantau harga harian dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus mengantisipasi gejolak yang dapat berdampak pada masyarakat.
Pemantauan dilakukan tim DKPP di Pasar Setono Betek, Selasa (29/9/2026). Kepala DKPP Kota Kediri Arief Cholisudin mengatakan secara umum harga sejumlah komoditas masih berada dalam kondisi landai dan batas kewajaran. Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, perubahannya dinilai masih dalam batas wajar.
“Kalau ada perbedaan harga, kita tidak langsung menganggap ada gejolak. Terlebih dahulu kita pantau pergerakan harganya, apakah kenaikannya terus terjadi atau hanya fluktuasi. Kalau memang ada kecenderungan naik terus, baru kita bahas bersama TPID Kota Kediri,” jelas Cholis.
Berdasarkan hasil monitoring per 29 September 2026, minyak goreng curah naik dari Rp19.650 menjadi Rp19.800 per liter. Bawang merah naik dari Rp26.667 menjadi Rp29.000 per kilogram, bawang putih bonggol dari Rp29.333 menjadi Rp30.000 per kilogram, dan cabai rawit merah dari Rp70.000 menjadi Rp70.667 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga. Daging ayam ras turun dari Rp40.333 menjadi Rp39.500 per kilogram, cabai merah besar dari Rp31.333 menjadi Rp30.667 per kilogram, dan cabai merah keriting dari Rp48.000 menjadi Rp46.000 per kilogram.
Adapun komoditas yang harganya tetap meliputi beras premium Rp15.050 per kilogram, beras medium Rp13.183 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, daging sapi Rp127.500 per kilogram, telur ayam ras Rp24.833 per kilogram, serta kedelai biji impor Rp11.350 per kilogram.
Dari hasil pemantauan, beras premium menjadi salah satu komoditas dengan status waspada. Pemkot Kediri akan memperketat pemantauan terhadap perkembangan harganya, tetapi belum langsung melakukan operasi pasar.
“Untuk beras premium, statusnya waspada sehingga pemantauan akan kami perketat. Tetapi tidak langsung operasi pasar. Kami akan melihat pergerakannya beberapa hari ke depan dan membahasnya bersama TPID. Dari sana akan dikumpulkan data, termasuk penyebab kenaikan harga, kemudian baru ditentukan kebijakan yang diperlukan,” terangnya.
Pemkot Kediri juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga, termasuk Perumda Pasar Joyoboyo. Selain itu, kondisi transportasi dan distribusi komoditas turut dipantau karena dapat memengaruhi harga di pasar.
Cholis mengimbau masyarakat tetap bijak dalam berbelanja dengan membeli kebutuhan pangan sesuai keperluan dan tidak berlebihan. Imbauan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Wali Kota Kediri tentang “Stop Boros Pangan” yang mengajak masyarakat lebih bijak dalam membeli dan mengonsumsi pangan agar tidak berakhir menjadi sampah pangan.(*/pty/kur)



