Seni Budaya

Warga Ploso Jombang Bahas Pengembangan Wisata Sejarah Jejak Kelahiran Bung Karno

Jombang, gelarfakta.com – Warga Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, menggelar forum diskusi untuk membahas potensi pengembangan wisata sejarah berbasis jejak kelahiran Soekarno. Kegiatan berlangsung di Sekretariat Titik Nol Soekarno, Desa Rejoagung, Sabtu (18/4/2026).

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Inisiator Titik Nol Soekarno Binhad Nurrohmat, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri R.M Koeswartono, serta penelusur sejarah Moch Faisol. Diskusi juga diikuti warga setempat dan pelajar.

Dalam pemaparannya, Binhad Nurrohmat menyebut Ploso memiliki dasar kuat sebagai lokasi kelahiran Bung Karno, baik dari sumber tertulis maupun cerita lisan yang berkembang di masyarakat.

“Basis sejarah Bung Karno lahir di Ploso ini sangat kuat. Baik dari dokumen tertulis maupun cerita tutur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah titik bersejarah yang saling terhubung di kawasan tersebut, di antaranya rumah kelahiran Bung Karno, Sekolah Desa tempat pertama kali bersekolah, Sekolah Ongko 2 tempat ayahnya mengajar, Langgar Kedungturi tempat Bung Karno kecil mengaji, serta SDN Ploso yang menjadi lokasi perpindahan sekolah desa.

Sementara itu, Moch Faisol mengungkapkan bahwa penelusuran sejarah turut diperkuat melalui temuan arsip, termasuk dokumentasi kunjungan Bung Karno ke Ploso pada tahun 1952.

“Alhamdulillah, foto itu saya temukan di Disperpusip Jatim pada 2024 lalu sebagai koleksi yang dijaga dengan baik,” katanya.

R.M Koeswartono menambahkan adanya keterkaitan historis antara wilayah Jombang dan Kediri dalam perjalanan hidup Bung Karno. Ia mendorong potensi tersebut dikembangkan menjadi kekuatan wisata sejarah.

“Kami sudah membangun jejaring Bung Karno se-Indonesia, dan Jombang ini adalah yang terbaru,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan narasi sejarah penting dilakukan agar memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Maka menjadi hal yang penting tentang pelurusan sejarah Bung Karno yang memang lahir di Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902,” tandasnya.

Di sisi lain, para pelajar yang mengikuti diskusi mengaku mendapatkan wawasan baru terkait sejarah lokal. Mereka berharap situs-situs tersebut dapat dilestarikan sekaligus dikembangkan menjadi destinasi edukatif.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah warga dalam mengangkat kembali nilai sejarah lokal, sekaligus membuka peluang pengembangan wisata berbasis kebangsaan di Kabupaten Jombang.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button