Porsadin III Kota Kediri Resmi Dibuka, 300 Santri Madrasah Diniyah Berkompetisi di 13 Cabang Lomba


Kediri, gelarfakta.com – Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah (Porsadin) III tingkat Kota Kediri resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha atau yang akrab disapa Gus Qowim, Sabtu (20/6/2026) malam. Kegiatan yang diselenggarakan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Kediri tersebut berlangsung di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Lirboyo III Ngampel, Kota Kediri.
Porsadin III mengusung tema “Berkhidmah Bersama Madrasah Diniyah Membangun Karakter Bangsa” dan dilaksanakan selama dua hari, yakni 20-21 Juni 2026.
Pengasuh Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Lirboyo III, Dr. KH Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., atau yang akrab disapa Gus Reza, mengatakan Porsadin menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan berbagai kemampuan yang dimiliki, tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga keterampilan lainnya.
“Para santri di Porsadin insyaallah akan memiliki kesempatan mengekspresikan keterampilan psikomotorik mereka. Kegiatan ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa santri tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga memiliki kemampuan lain yang selama ini mungkin belum banyak terlihat. Seorang muslim sejati adalah yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Semoga Porsadin ini membawa keberkahan bagi semuanya,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Gus Qowim mengaku bangga melihat antusiasme dan semangat para peserta yang akan berlaga dalam berbagai cabang lomba.
“Malam ini saya melihat semangat yang luar biasa. Ada yang menunjukkan hafalan terbaiknya, ada yang akan bershalawat, berpidato, membuat kaligrafi, hingga berlomba di bidang olahraga. Ini menunjukkan bahwa santri adalah generasi yang lengkap, kuat ilmunya, baik akhlaknya, dan kaya prestasi,” katanya.
Menurut Gus Qowim, tema yang diangkat dalam Porsadin sangat relevan karena pembangunan karakter bangsa berawal dari pendidikan yang ditanamkan di lingkungan madrasah diniyah.
“Saya percaya karakter bangsa dibangun dari ruang-ruang sederhana seperti madrasah diniyah. Tempat anak-anak belajar menghormati guru, mencintai Al-Qur’an, menghargai sesama, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Porsadin bukan semata-mata ajang mencari juara, melainkan sarana mempererat ukhuwah, melatih sportivitas, membangun kepercayaan diri, serta membuktikan bahwa santri mampu berprestasi di berbagai bidang tanpa meninggalkan nilai-nilai adab.
Pemerintah Kota Kediri, lanjut Gus Qowim, akan terus mendukung madrasah diniyah dan pesantren sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi unggul yang berakhlakul karimah dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kepada para peserta, Gus Qowim berpesan agar mengikuti seluruh perlombaan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar.
“Kalau menang jangan sombong, kalau belum menang jangan patah semangat. Saya berharap semua peserta pulang membawa pengalaman, persahabatan baru, dan keyakinan bahwa setiap latihan dan doa tidak pernah sia-sia,” pesannya.
Ia juga menjelaskan bahwa Porsadin III Kota Kediri menjadi ajang seleksi menuju Porsadin tingkat Provinsi Jawa Timur yang akan digelar di Kabupaten Lumajang, sebelum berlanjut ke tingkat nasional di Kota Semarang.
Sementara itu, Sekretaris FKDT Kota Kediri, Fakhrur Rozi, mengungkapkan bahwa Porsadin III diikuti sekitar 300 santri dari 98 madrasah diniyah se-Kota Kediri.
Para peserta akan berkompetisi pada 13 cabang lomba yang terdiri atas tiga cabang olahraga, yakni bulu tangkis, tenis meja, dan lari sprint, serta 10 cabang seni dan keagamaan, di antaranya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), pidato bahasa Arab, tahfidz Al-Qur’an, dan sejumlah perlombaan lainnya.
“Seluruh juara pertama akan mewakili Kota Kediri pada Porsadin tingkat Provinsi Jawa Timur di Lumajang pada 27 September 2026. Insyaallah untuk tingkat nasional akan digelar di Semarang pada November mendatang,” jelasnya.
Fakhrur menambahkan, peserta yang mengikuti Porsadin merupakan santri tingkat ula dengan rentang usia 7 hingga 13 tahun. Para juara nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan selama sekitar dua bulan sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi.(*/pty/kur)



