Hadiri Bersih Desa Bandar Kidul, Gus Qowim Ajak Warga Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Sosial


Kediri, gelarfakta.com – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri kegiatan doa dan tahlil bersama dalam rangka Bersih Desa Bandar Kidul, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan masyarakat tersebut digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus sarana melestarikan budaya dan mempererat kebersamaan warga.
Dalam sambutannya, Qowimuddin yang akrab disapa Gus Qowim mengaku merasa dekat dengan masyarakat Bandar Kidul yang selama ini dikenal memiliki kehidupan sosial dan keagamaan yang kuat.
“Alhamdulillah, malam ini saya merasa seperti di rumah sendiri, berkumpul bersama keluarga besar Bandar Kidul. Sejak dahulu Bandar Kidul dikenal sebagai kampung yang kuat nilai agamanya, guyub warganya, dan hangat persaudarannya,” ujarnya.
Menurut Gus Qowim, tradisi Bersih Desa tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk membersihkan hati, pikiran, dan hubungan antarsesama. Terlebih, kegiatan tersebut berlangsung menjelang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang dapat dijadikan kesempatan untuk memperbarui niat dalam menjalani kehidupan.
“Mari kita isi tahun ini dengan lebih banyak amal baik, lebih banyak kepedulian, dan lebih banyak manfaat bagi lingkungan sekitar,” ajaknya.
Ia menjelaskan bahwa tantangan masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi maupun terjebak dalam perpecahan akibat perbedaan pandangan.
Gus Qowim mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kota Kediri.
“Mari kita hidupkan kembali tradisi datang ketika tetangga punya hajatan, menjenguk ketika ada yang sakit, membantu ketika ada yang membutuhkan, dan berkumpul untuk mencari solusi ketika lingkungan menghadapi persoalan. Karena dari hal-hal kecil itulah sebenarnya ketahanan sosial sebuah kota dibangun,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga berpesan kepada generasi muda agar terus mencintai nilai-nilai agama sekaligus memiliki kepedulian terhadap kampung halaman. Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, menghormati orang tua, aktif dalam kegiatan keagamaan, serta mampu berkarya untuk kemajuan daerah.
Lebih lanjut, Gus Qowim menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri akan terus berupaya menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan akan semakin kuat apabila didukung oleh masyarakat yang rukun dan saling percaya.
Ia mengutip pepatah Jawa, “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah”, yang mengandung makna bahwa kerukunan menjadi kunci terciptanya kekuatan dan kesejahteraan bersama.
Melalui doa dan tahlil yang dipanjatkan dalam kegiatan Bersih Desa tersebut, Gus Qowim berharap Kelurahan Bandar Kidul dan Kota Kediri senantiasa mendapatkan perlindungan, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai musibah.
“Mari kita songsong Tahun Baru Islam ini dengan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat, keluarga yang lebih harmonis, dan masyarakat yang semakin peduli satu sama lain. Mudah-mudahan Kota Kediri tidak hanya tumbuh menjadi kota yang maju pembangunannya, tetapi juga semakin kuat akhlaknya, semakin erat persaudaraannya, dan semakin terasa keberkahannya di setiap sudut kampung dan setiap rumah warganya,” imbuhnya.(*/pty/kur)



