Ekonomi

OJK Kediri Catat Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Positif hingga Juli 2026

Kediri, gelarfakta.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mencatat sektor jasa keuangan di wilayah kerjanya tetap terjaga dan tumbuh positif hingga Juli 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang kinerja perbankan, peningkatan jumlah investor pasar modal, serta keberlanjutan fungsi intermediasi.

Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan, pertumbuhan sektor jasa keuangan juga diiringi penguatan edukasi keuangan dan pelindungan konsumen. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan akses dan pemanfaatan layanan keuangan yang aman, inklusif, dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, OJK Kediri tetap mencermati sejumlah sektor yang mengalami perlambatan, terutama yang dipengaruhi penurunan daya beli masyarakat dan dinamika perekonomian global.

Kondisi tersebut menjadi perhatian OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendorong perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada sektor perbankan, total aset hingga Juli 2026 tercatat Rp123,38 triliun atau tumbuh 6,10 persen secara tahunan (YoY). Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 8,41 persen (YoY) menjadi Rp114,93 triliun.

Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp87,87 triliun atau tumbuh 1,98 persen (YoY). Fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dengan ruang untuk mengoptimalkan penyaluran kredit kepada sektor produktif sesuai kebutuhan dan potensi ekonomi daerah.

Profil risiko perbankan juga tercatat terjaga. Rasio kredit atau pembiayaan bermasalah (Non-Performing Loan/Financing/NPF) berada di angka 3,96 persen.

Di sektor pasar modal, jumlah Single Investor Identification (SID) tumbuh 71,83 persen (YoY) menjadi 767.928 SID. Investor masih didominasi produk reksa dana dengan jumlah 722.695 SID atau tumbuh 73,69 persen (YoY).

Nilai transaksi saham masyarakat di wilayah kerja OJK Kediri juga mencapai Rp4,76 triliun atau meningkat 38,52 persen (YoY).

Pada sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), kinerja menunjukkan perkembangan yang beragam sesuai karakteristik masing-masing subsektor.

Pembiayaan modal ventura tumbuh 7,09 persen (YoY) menjadi Rp324 miliar. Penyaluran pinjaman perusahaan pergadaian mencapai Rp12,12 miliar, seiring bertambahnya jumlah perusahaan pergadaian swasta yang beroperasi di wilayah kerja OJK Kediri.

Sementara itu, pinjaman Lembaga Keuangan Mikro (LKM) tumbuh 0,78 persen (YoY) menjadi Rp80 miliar. Perusahaan pembiayaan juga memiliki ruang untuk mengembangkan penyaluran pembiayaan yang sehat dan prudent, didukung kualitas pembiayaan yang membaik. Hal tersebut tercermin dari rasio NPF yang menurun menjadi 3,69 persen.

Selain mengawasi kinerja sektor jasa keuangan, OJK Kediri terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Hingga Agustus 2026, OJK Kediri telah melaksanakan sedikitnya 70 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 14.058 peserta.

Peserta edukasi tersebut terdiri atas mahasiswa, pelajar, santri, pelaku UMKM, perempuan, serta masyarakat umum di berbagai wilayah kerja OJK Kediri.

Materi edukasi mencakup pengelolaan keuangan, investasi yang legal dan aman, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan, serta peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal dan penipuan digital.

Dalam rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026, OJK bersama industri dana pensiun juga menyelenggarakan Literacy Campaign secara serentak sepanjang September 2026. Secara nasional, lebih dari 113 kegiatan literasi diselenggarakan di berbagai daerah.

Di wilayah kerja OJK Kediri, kegiatan edukasi dana pensiun antara lain dilakukan kepada anggota Polri dan ASN bersama ASABRI KC Madiun, talkshow “Dana Pensiun untuk Ketahanan Finansial Masa Depan” bersama RRI Madiun, serta edukasi kepada calon batas usia pensiun Pemkot Kediri bersama Taspen KC Kediri.

Rangkaian kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan kesiapan finansial untuk masa depan.

Dalam aspek pelindungan konsumen, hingga Maret 2026 OJK Kediri telah memberikan 1.704 layanan konsumen yang terdiri atas layanan konsultasi, informasi, dan pengaduan.

OJK Kediri juga telah memfasilitasi 7.624 layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk mendukung akses informasi debitur dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Ismirani mengatakan OJK Kediri terus memperkuat pengawasan serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari pelindungan konsumen. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button