Politik dan PemerintahanReligi

Zulkifli Hasan Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Kediri, Bahas Ketahanan Pangan dan Perjuangan Hidup

Kediri, gelarfakta.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menghadiri pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Amien, Kota Kediri, Kamis (10/9/2026). Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan tidak hanya menyampaikan mengenai ketahanan pangan. Ia juga berbagi pengalaman dan perjalanan hidup yang dapat menjadi refleksi mengenai pentingnya proses, perjuangan, serta ketekunan untuk mencapai keberhasilan.

Menko Pangan mengatakan kondisi musim kemarau saat ini perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi harga dan ketersediaan beras. Potensi kenaikan harga tersebut membuat pemerintah perlu bergerak cepat, terutama untuk memastikan masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan akses pangan.

Menurut Zulkifli, pemerintah menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut menyasar sekitar 33,2 juta penerima manfaat.

Selain bantuan beras, pemerintah juga menyiapkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk masyarakat yang memiliki keterbatasan daya beli.

Upaya menjaga ketersediaan pangan juga dilakukan melalui berbagai kebijakan, termasuk lelang komoditas cadangan jagung pemerintah serta beras yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung.

“Tadi saya sudah serahkan bantuan di Kediri. Selanjutnya akan ke daerah-daerah lain. Kita harus cepat bantu rakyat yang tidak mampu,” ungkap Zulkifli.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan pengajian tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kebijakan ketahanan dan ketersediaan pangan. Selain itu, pengalaman yang disampaikan Zulkifli Hasan juga dinilai memberikan motivasi dan semangat bagi masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Dari apa yang disampaikan tadi kita mendapatkan informasi tentang pangan sekaligus nilai-nilai kehidupan yang bisa menjadi motivasi bagi kita semua,” ujar Vinanda.

Vinanda juga menekankan pentingnya melibatkan pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai tempat pendidikan agama, tetapi memiliki potensi besar untuk ikut memberdayakan masyarakat.

Peran tersebut dapat dikembangkan, antara lain, melalui penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan. Kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.

Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Amien tersebut juga diisi tausiyah oleh K.H. Anwar Zahid dan dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button