PendidikanPolitik dan Pemerintahan

Dinas Pendidikan Kota Kediri Perkuat Komitmen Cegah Kekerasan di PAUD Melalui Sosialisasi

Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi dan Advokasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, Rabu (29/7/2026), di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Kediri. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti 230 kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) negeri dan swasta se-Kota Kediri.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat komitmen seluruh satuan pendidikan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak, sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mencegah serta menangani berbagai bentuk kekerasan di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, mengatakan kasus kekerasan terhadap anak usia dini masih menjadi perhatian bersama. Menurutnya, satuan PAUD sebagai garda terdepan penyelenggara pendidikan perlu memiliki pemahaman dan strategi yang tepat untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Melalui sosialisasi ini kami berupaya meningkatkan kapasitas dan wawasan tenaga pendidik se-Kota Kediri agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Tujuan utamanya adalah membangun komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah ramah anak,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima materi dari Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Kediri serta Ketua Forum Kediri Kota Sehat mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Mandung menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai sejak hari pertama anak memasuki sekolah. Menurutnya, masa adaptasi peserta didik baru menjadi fase penting untuk membangun rasa aman, nyaman, dan percaya diri anak di lingkungan belajar.

“Pada masa adaptasi ini, kuncinya ada pada bapak dan ibu guru. Ciptakan suasana yang penuh kegembiraan, kehangatan, dan nuansa keibuan sehingga kesan pertama anak terhadap sekolah adalah tempat yang menyenangkan. Anak akan merasa nyaman karena gurunya ramah, dan itu menjadi kunci awal keberhasilan proses pembelajaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembelajaran pada hari-hari pertama sekolah menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan semangat belajar anak. Karena itu, guru diharapkan mampu memahami karakteristik peserta didik usia dini agar dapat mengantisipasi berbagai persoalan, seperti perselisihan antarsiswa maupun perilaku anak yang memerlukan penanganan khusus.

Apabila terjadi dugaan kasus kekerasan di satuan pendidikan, sekolah dapat melaporkannya kepada pengawas sekolah untuk selanjutnya diteruskan ke bidang terkait di Dinas Pendidikan sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

Selain itu, Pemerintah Kota Kediri berencana mengaktifkan kembali Klinik Pendidikan sebagai wadah pendampingan dan penyelesaian berbagai persoalan di lingkungan sekolah, termasuk kasus kekerasan terhadap anak. Klinik tersebut akan melibatkan psikolog, guru bimbingan dan konseling (BK), serta tenaga pendidik sehingga diharapkan mampu memberikan penanganan yang komprehensif.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, saya berharap seluruh satuan PAUD di Kota Kediri semakin memperkuat budaya sekolah ramah anak serta mampu menghadirkan proses belajar mengajar yang menyenangkan, aman, dan penuh makna bagi setiap peserta didik,” tutupnya.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button