KAI Daop 7 Madiun Catat Kenaikan Penumpang KA PSO hingga 21 Persen


MADIUN, gelarfakta.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus memperkuat layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) atau kereta bersubsidi guna menghadirkan transportasi yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan layanan kereta api PSO menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat secara efisien dan ekonomis.
“Sebagai bagian dari pelayanan publik yang selaras dengan nilai-nilai Astacita, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub tetap menyediakan layanan kereta api PSO jarak jauh dengan tarif yang sangat terjangkau,” ujarnya.
Di wilayah Daop 7 Madiun, terdapat layanan kereta ekonomi jarak jauh bersubsidi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Untuk kereta keberangkatan dari wilayah Daop 7, tersedia KA Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong pulang pergi dengan tarif Rp80 ribu hingga Rp84 ribu.
Sementara itu, kereta PSO yang melintas di wilayah Daop 7 yakni KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan-Surabaya Gubeng-Ketapang pulang pergi dengan tarif Rp88 ribu hingga Rp94 ribu.
Tohari mengungkapkan minat masyarakat terhadap layanan kereta api bersubsidi terus mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2025, jumlah pelanggan kereta api PSO di wilayah Daop 7 Madiun tercatat mencapai 239.223 penumpang.
Tren positif tersebut juga berlanjut pada periode Januari hingga April 2026. Jumlah okupansi penumpang KA PSO mencapai 86.400 penumpang atau meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 71.326 penumpang.
“Data pertumbuhan ini mencerminkan tingginya kepercayaan dan minat masyarakat terhadap layanan kereta ekonomi bersubsidi yang tetap mengedepankan kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan,” jelasnya.
Menurut Tohari, kehadiran layanan kereta api ekonomi bersubsidi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap perekonomian masyarakat melalui penyediaan transportasi antardaerah dengan biaya terjangkau.
Selain itu, layanan transportasi massal tersebut dinilai lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan upaya pemerintah mendorong penggunaan transportasi publik yang berkelanjutan.
“Penyediaan layanan kereta ekonomi berkualitas menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong peralihan masyarakat ke transportasi massal yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya.(*/pty/kur)



