Pendidikan

Hari Pertama MPLS, Bus Sekolah Kota Kediri Kembali Beroperasi Layani Pelajar

Kediri, gelarfakta.com – Memasuki hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan kembali mengoperasikan layanan Bus Sekolah untuk mendukung mobilitas pelajar. Sebanyak lima armada disiapkan dan mulai beroperasi secara optimal pada Senin (13/7/2026).

Bus Sekolah beroperasi setiap Senin hingga Jumat dengan titik keberangkatan dari Terminal Tamanan pukul 05.30 WIB. Layanan ini melayani tiga rute utama, yakni Terminal Tamanan menuju Kelurahan Dermo, Terminal Tamanan menuju Kelurahan Bawang, dan Terminal Tamanan menuju Kelurahan Rejomulyo.

Sistem penjemputan dilakukan secara fleksibel. Bus akan berhenti di sepanjang rute apabila terdapat pelajar yang menunggu di tepi jalan. Setiap armada memiliki kapasitas sekitar 29 penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, mengatakan jumlah armada yang beroperasi disesuaikan dengan tingkat okupansi penumpang. Berdasarkan pemantauan pada hari pertama masuk sekolah, jumlah pengguna Bus Sekolah belum kembali normal.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh lulusnya siswa kelas IX yang sebelumnya menjadi pengguna layanan, sementara peserta didik baru belum seluruhnya mengetahui keberadaan Bus Sekolah. Meski demikian, minat pelajar untuk memanfaatkan layanan tersebut dinilai tetap tinggi.

Untuk meningkatkan jumlah pengguna, Dinas Perhubungan bekerja sama dengan sejumlah sekolah menggelar sosialisasi kepada siswa baru selama pelaksanaan MPLS. Hingga saat ini, sosialisasi telah dijadwalkan di SMP Negeri 5, SMP Negeri 7, dan SMP Negeri 8 Kota Kediri.

“Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkenalkan Bus Sekolah kepada siswa baru agar mereka mengetahui rute, cara menggunakan layanan, sekaligus memanfaatkan transportasi sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Arief.

Dalam upaya menjamin keselamatan penumpang, setiap armada Bus Sekolah dilengkapi dua petugas yang terdiri atas seorang pengemudi dan seorang pendamping. Pendamping bertugas membantu proses naik dan turun pelajar serta memberikan edukasi mengenai keselamatan selama perjalanan.

Arief juga mengimbau para orang tua agar tidak mengizinkan anak yang belum memenuhi syarat mengendarai sepeda motor ke sekolah. Menurutnya, selain belum memenuhi ketentuan hukum, anak-anak juga dinilai belum memiliki kesiapan mental untuk berkendara di jalan raya.

“Manfaatkan Bus Sekolah ini, karena bukan hanya menjamin keamanan dan keselamatan anak di jalan, melainkan juga menjadi ruang berinteraksi. Di dalam bus, anak-anak dapat saling bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman-teman dari sekolah lain. Kami berharap semakin banyak pelajar yang memanfaatkan layanan ini sebagai pilihan transportasi ke sekolah,” pungkasnya.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button