Olahraga

KONI Kota Kediri Audiensi dengan DPRD, Bahas Transparansi Anggaran dan Target Porprov Jatim 2027

Kediri, gelarfakta.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri melakukan audiensi dengan DPRD Kota Kediri guna membahas transparansi penggunaan anggaran, capaian prestasi atlet, hingga kebutuhan pembinaan olahraga menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X 2027.

Audiensi yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Kediri tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus dan dihadiri jajaran pengurus KONI Kota Kediri serta perwakilan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri.

Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko mengatakan forum tersebut menjadi bentuk keterbukaan KONI kepada legislatif terkait pengelolaan anggaran olahraga sekaligus capaian prestasi yang diraih Kota Kediri.

“Paling penting adalah transparansi. Kami ingin menunjukkan kepada Dewan bahwa inilah kerja KONI, sehingga tidak ada miskomunikasi di luar. Penggunaan anggaran harus dilihat dari prestasi nyata yang telah dicapai, termasuk keberhasilan Kota Kediri masuk peringkat empat besar Porprov Jatim,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, KONI Kota Kediri menyebut prestasi olahraga Kota Kediri cukup konsisten dengan selalu berada di jajaran empat besar Porprov Jawa Timur sejak pelaksanaan Porprov Jatim I hingga IX.

Meski demikian, KONI mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan sarana dan prasarana beberapa cabang olahraga yang membutuhkan perhatian lebih serius.

Untuk menyongsong Porprov Jatim X 2027 di Surabaya, KONI Kota Kediri memproyeksikan kebutuhan anggaran mencapai Rp21 miliar pada tahun pelaksanaan Porprov dan sekitar Rp14 miliar pada tahun non-Porprov.

Anggaran tersebut mencakup kebutuhan pembinaan atlet, pengembangan sport science, bonus prestasi, hingga perbaikan fasilitas olahraga.

“Setiap tahun kami menghitung kebutuhan sekitar Rp14 miliar untuk pembinaan dan menutupi kekurangan sarana prasarana. Namun realisasi anggaran yang diterima berbeda, sehingga kami harus menyusun strategi lebih ketat,” jelas Koko.

KONI juga memaparkan proses pengajuan anggaran tahun 2026. Awalnya, KONI mengusulkan anggaran sebesar Rp14,8 miliar kepada Bappeda dan Disbudparpora Kota Kediri. Namun pada realisasinya, KONI menerima alokasi anggaran sebesar Rp6 miliar.

Sementara pada pelaksanaan Porprov Jatim IX 2025, total anggaran yang terealisasi mencapai sekitar Rp10 miliar, termasuk bonus atlet senilai Rp6,5 miliar.

Menurut KONI, peningkatan kebutuhan anggaran tidak hanya berkaitan dengan target prestasi, tetapi juga penguatan sistem pembinaan atlet yang lebih modern dan terukur.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, sejumlah anggota DPRD Kota Kediri juga memberikan masukan agar KONI terus memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Kota Kediri, khususnya bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

Menanggapi hal itu, KONI menyebut koordinasi dengan pemerintah daerah selama ini telah berjalan rutin, meski tetap terdapat dinamika dalam proses pencairan maupun penetapan anggaran.

KONI Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan prestasi olahraga melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan, transparan, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Dengan dukungan seluruh pihak, KONI optimistis Kota Kediri mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi pada Porprov Jatim X 2027 mendatang.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button