Muscab PKB Kota Kediri 2026, Gus Qowim Tekankan Peran Strategis Partai Hadapi Tantangan Global


Kediri, gelarfakta.com – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kediri yang digelar di Hotel Lotus Garden pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan partai ke depan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kediri yang akrab disapa Gus Qowim menegaskan bahwa partai politik memiliki posisi strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan. Peran tersebut meliputi fungsi representasi masyarakat, penyaluran aspirasi, hingga penguatan kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga dipengaruhi dinamika global. Ia menyoroti kondisi geopolitik dunia yang tidak stabil dan berpotensi memicu krisis energi yang dampaknya dapat dirasakan hingga ke daerah, termasuk Kota Kediri.
“Diperlukan kepekaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak untuk mampu menerjemahkan dinamika global menjadi langkah konkret di tengah masyarakat,” ujarnya.
Gus Qowim juga menekankan pentingnya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kondisi global, potensi dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan atau resiliensi masyarakat agar tidak mudah panik dan mampu merespons situasi dengan tepat.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh partai politik, termasuk PKB Kota Kediri, untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama yang konstruktif dengan pemerintah daerah. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan Kota Kediri yang berkelanjutan.
“Sinergi dan masukan dari berbagai pihak dibutuhkan guna mewujudkan tujuan bersama dalam membangun Kota Kediri yang MAPAN, yakni Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Gus Qowim berharap Muscab PKB Kota Kediri 2026 dapat menjadi ajang memperkuat kebersamaan serta melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan politik dan kebutuhan masyarakat.
“Muscab ini diharapkan mampu menghasilkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu menjawab tantangan politik dan kebutuhan masyarakat di daerah,” pungkasnya.(*/pty/kur)



