Gangguan Operasional di Bekasi Timur, Sejumlah KA di Wilayah Daop 7 Madiun Terlambat hingga 10 Jam


ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelanggan atas gangguan perjalanan kereta api yang terjadi akibat insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta. Dampak insiden tersebut merembet hingga ke sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh, termasuk yang berangkat dan menuju wilayah Daop 7 Madiun.
Gangguan tersebut menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta api dengan durasi cukup tinggi, bahkan memaksa pembatalan beberapa jadwal guna menormalkan kembali sirkulasi perjalanan.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan terus berupaya melakukan percepatan penanganan.
“Kami memohon maaf atas kendala operasional yang terjadi di lintas Bekasi Timur. Saat ini petugas di lapangan terus berupaya melakukan percepatan normalisasi jalur sekaligus rekayasa pola operasi KA agar perjalanan dapat kembali sesuai jadwal,” ujar Tohari.
Berdasarkan pembaruan data pukul 06.30 WIB, sejumlah kereta api mengalami keterlambatan signifikan, di antaranya KA Matarmaja relasi Pasar Senen–Malang yang terlambat 466 menit, KA Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang terlambat hingga 630 menit, serta KA Brantas relasi Pasar Senen–Blitar yang mengalami keterlambatan mencapai 657 menit.
Selain itu, KA Majapahit, KA Jayakarta, KA Gajayana, hingga KA Singasari juga tercatat mengalami keterlambatan ratusan menit di berbagai lintas wilayah.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan kompensasi berupa service recovery kepada pelanggan terdampak. Layanan ini diberikan di stasiun maupun di atas kereta, berupa minuman hingga makanan berat yang disesuaikan dengan durasi keterlambatan.
Selain itu, pelanggan yang memilih membatalkan perjalanan juga difasilitasi pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan melalui loket stasiun yang ditunjuk.
KAI menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(*/pty/kur)



