TP PKK Kota Kediri dan OJK Gelar Edukasi SICANTIK, Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan


Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Tim Penggerak PKK Kota Kediri bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menggelar Edukasi Keuangan Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan (SICANTIK) di GOR Jayabaya, Selasa (25/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam mengelola keuangan keluarga secara cerdas dan bijak di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.
Sebanyak 125 pengurus dan anggota PKK mengikuti kegiatan tersebut. Melalui program SICANTIK, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara tepat, serta cara mengenali dan menghindari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang marak terjadi di era digital.
Ketua TP PKK Kota Kediri, Faiqah Azizah Muhammad Qowimuddin atau yang akrab disapa Ning Faiqoh, menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah semakin mudahnya akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan, mulai dari pinjaman daring hingga investasi digital.
“Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan layanan keuangan berlangsung sangat cepat dan semuanya terasa semakin mudah diakses. Karena itu, literasi keuangan menjadi sangat penting. Tema yang diangkat hari ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi para ibu yang berperan besar dalam mengelola keuangan keluarga,” ujarnya.
Menurut Ning Faiqoh, edukasi tersebut diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong penerapan kebiasaan keuangan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menyusun perencanaan keuangan keluarga, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyiapkan dana darurat, hingga lebih teliti dalam menggunakan layanan keuangan yang legal dan aman.
Ia juga berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada kader PKK lainnya, keluarga, serta masyarakat di lingkungan sekitar.
“Saya berharap ibu-ibu dapat menjadi perpanjangan tangan untuk berbagi informasi dan edukasi kepada masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak warga yang memahami cara mengelola keuangan secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, mengungkapkan bahwa tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Indonesia masih menunjukkan kesenjangan yang cukup signifikan.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) terbaru, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan berada pada angka 66,46 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan, namun belum memahami risiko yang menyertainya.
Selain itu, data juga menunjukkan adanya perbedaan tingkat literasi keuangan berdasarkan gender. Literasi keuangan laki-laki tercatat sebesar 67,32 persen, sementara perempuan berada pada angka 65,58 persen.
“Kami ingin mengajak ibu-ibu untuk terus meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan. Melalui kegiatan ini, kami menyampaikan bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik, mengenali dan menghindari aktivitas keuangan ilegal, serta menjadi pengguna teknologi yang cerdas. Ibu-ibu juga harus lebih bijak dalam menentukan aplikasi atau tautan yang aman untuk diakses dan diunduh melalui gawai,” jelas Ismirani.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta. Salah satunya Wanti, anggota Pokja I Kelurahan Dandangan, yang mengaku selama ini selalu mencatat setiap pengeluaran keluarga sebagai bagian dari pengelolaan keuangan rumah tangga.
“Semua pengeluaran saya catat, mulai dari kebutuhan makan, biaya sekolah anak, arisan, hingga kebutuhan mendesak lainnya. Dari situ saya bisa menghitung berapa yang harus ditabung dan memastikan pendapatan yang ada dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurut Wanti, literasi keuangan sangat penting bagi perempuan karena perannya sebagai pengelola keuangan keluarga. Ia pun berkomitmen untuk menyebarluaskan informasi yang diperoleh melalui berbagai forum PKK di tingkat kelurahan.
“Harapannya, ibu-ibu semakin cakap dan bijak dalam mengelola keuangan keluarga. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(*/pty/kur)



