Vinanda Prameswati Luncurkan Program Pembiayaan Kesehatan Warga Kurang Mampu Bersama Gus Qowim di RSUD Kilisuci


Kediri, gelarfakta.com — Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin melaunching Program Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan yang dapat diklaim melalui pembiayaan Pemerintah Kota Kediri, Rabu (18/2/2026). Kegiatan yang digelar di RSUD Kilisuci ini bertujuan memberikan kepastian pembiayaan layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga yang masuk dalam kriteria desil 1–5 DTSEN.
Program tersebut dihadirkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak, berkualitas, dan terjangkau. Dalam kesempatan itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Dinas Kesehatan Kota Kediri dengan RSUD Gambiran dan RSUD Kilisuci.
Selain itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kota Kediri dengan 10 rumah sakit mitra, yakni RS Bhayangkara Kediri, RS TK IV 05.07.02 Kediri, RS Baptis, RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, RSU Lirboyo, RSU Ratih, RSIA Nirmala, RSIA Citra Keluarga, RSIA Melinda, dan RSGM IIK Bhakti Wiyata.
Dalam sambutannya, Mbak Wali menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
“Kesehatan adalah fondasi dasar untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, produktif dan berdaya saing. Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memastikan masyarakat Kota Kediri bisa mendapat layanan kesehatan yang berkualitas, layak dan terjangkau. Maka hari ini kita melaunching program ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan layanan kesehatan di rumah sakit, khususnya pada kondisi tertentu yang belum sepenuhnya dijamin Jaminan Kesehatan Nasional maupun asuransi lainnya.
“Seperti kita tahu ada beberapa diagnosa yang dibatasi dan harus dilayani di faskes tingkat satu. Tidak menutup kemungkinan masyarakat ini membutuhkan layanan kesehatan di rumah sakit. Sehingga yang urgent bisa segera mendapat pelayanan,” tegasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemerintah Kota Kediri menghadirkan Sistem Elektronik Jaminan Kesehatan Kota Kediri (SEHATI) sebagai pendukung administrasi pembiayaan layanan kesehatan. Melalui sistem tersebut, rumah sakit mitra dapat mengetahui mekanisme pembiayaan serta data desil masyarakat penerima layanan.
“Nanti kita akan tahu data layanan kesehatan yang diberikan dan masyarakat ini ada di desil berapa bisa dilihat rumah sakit. Kita utamakan bagi masyarakat yang kurang mampu. Data-data ini akan mempermudah pemerintah dan rumah sakit tentang mekanisme pembiayaannya,” ungkapnya.
Dengan sistem yang terintegrasi dan akuntabel, pemerintah daerah berharap layanan kesehatan dapat berjalan secara transparan dan berkeadilan. Selain itu, sinergi antara pemerintah dan fasilitas kesehatan juga diharapkan semakin kuat.
Pada kesempatan tersebut, Mbak Wali berpesan kepada Dinas Kesehatan dan seluruh rumah sakit mitra agar melaksanakan program dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
“Semoga program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga terwujud Kota Kediri yang sehat serta masyarakat yang produktif dan sejahtera,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Kediri optimistis akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu, semakin terbuka dan merata, sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah secara berkelanjutan.(*/pty/kur)



