Bupati Kediri Dorong Percepatan Digitalisasi Data Bansos, 3.637 Agen Perlinsos Terdaftar


Kediri, gelarfakta.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong berbagai elemen masyarakat terlibat dalam digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos). Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, masyarakat diharapkan berperan sebagai agen Perlinsos untuk membantu memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.
Salah satu langkah yang perlu dilakukan calon agen Perlinsos adalah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hanindhito menilai, keterlibatan masyarakat melalui gerakan tersebut dapat membantu mengidentifikasi warga yang layak menerima bantuan sosial.
“Saya rasa gerakan peduli tetangga ini sangat baik, karena tetangga ini bisa tahu kondisi warga layak menerima bansos atau tidak,” kata Mas Dhito, Senin (12/10/2026).
Ia berharap digitalisasi data Perlinsos dapat mendukung penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran. Warga yang secara ekonomi tergolong miskin, tetapi belum menerima bantuan sosial, juga dapat diusulkan oleh agen Perlinsos.
Untuk mendukung program tersebut, Hanindhito meminta jajarannya mempercepat aktivasi IKD, terutama bagi masyarakat yang akan bertugas sebagai agen Perlinsos.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kediri Wirawan mengatakan, pihaknya mengoptimalkan 28 titik pelayanan administrasi kependudukan untuk memfasilitasi aktivasi IKD. Pelayanan juga dilakukan secara jemput bola dengan mendatangi desa-desa.
Pada September 2026, pelayanan jemput bola menyasar 20 desa di Kecamatan Mojo. Kegiatan tersebut berhasil melayani lebih dari 4.000 warga untuk melakukan aktivasi IKD.
Pelayanan serupa berlanjut pada Oktober 2026 di desa-desa wilayah Kecamatan Ngancar, Kayen Kidul, dan Wates.
“Dalam rangka mendukung program Perlinsos ini kita juga turun ke desa-desa melakukan percepatan aktivasi IKD,” ungkap Wirawan.
Selain mengoptimalkan titik pelayanan dan mendatangi desa, Dinas Dukcapil Kabupaten Kediri juga berkolaborasi dengan instansi lain untuk mempercepat aktivasi IKD sekaligus pendaftaran agen Perlinsos.
Pada 2 dan 5 Oktober 2026, Dinas Dukcapil, Dinas Sosial, dan Polres Kediri bekerja sama memberikan pelayanan aktivasi IKD serta pendaftaran agen Perlinsos kepada 388 anggota Polres Kediri.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Subur Widono menjelaskan bahwa digitalisasi Perlinsos memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengusulkan warga yang dinilai membutuhkan bantuan sosial.
Menurut Subur, agen Perlinsos dapat berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), pemerintah desa melalui RT/RW, hingga masyarakat umum.
Dari kebutuhan sebanyak 3.725 agen Perlinsos di Kabupaten Kediri, sebanyak 3.637 orang telah terdaftar.
“Sasaran agen Perlinsos ini selain melakukan digitalisasi data Perlinsos bagi KPM bansos, tetapi juga mereka kelompok rentan maupun warga yang dirasa memang memerlukan bansos,” bebernya.
Subur juga memaparkan data penerima bantuan sosial di Kabupaten Kediri. Dari total 615.926 kepala keluarga (KK), sebanyak 122.393 KK tercatat sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) bansos, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.538 KK telah terdaftar atau terekam dalam data Perlinsos.
“Target kita akhir tahun ini setidaknya 122.393 KK yang sebelumnya telah tercatat sebagai KPM bansos bisa selesai dilakukan digitalisasi data Perlinsos,” pungkasnya.(*/pty/kur)



