PendidikanPolitik dan PemerintahanReligi

Panggung Gembira Ponpes Wali Barokah Meriahkan HUT ke-81 RI

Kediri, gelarfakta.com – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, semakin semarak dengan digelarnya Panggung Gembira dan bazar, Sabtu (22/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga pondok untuk berkumpul sekaligus menampilkan berbagai kreativitas dalam rangka mengisi peringatan kemerdekaan.

Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mengapresiasi rangkaian kegiatan Agustusan yang diselenggarakan Ponpes Wali Barokah. Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan warga pondok dalam memperingati kemerdekaan.

“Saya mendengar, rangkaian Agustusan di Pondok Pesantren Wali Barokah ini luar biasa meriah. Banyak lomba yang diselenggarakan, ada balap karung, tarik tambang, voli, tenis meja, bulu tangkis, pencak silat, hingga lomba masak. Dan malam ini kita meriahkan lagi dengan panggung gembira. Kalau tidak salah besok juga digelar Jamnas kedua Mbahman Gowes Sejagad,” ujarnya.

Qowim menilai berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan serta penghormatan terhadap tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pondok.

Ia mengaitkan pelaksanaan Jamnas kedua Mbahman Gowes Sejagad dengan penghormatan terhadap Mbahman yang dinilainya telah mencurahkan pengabdian untuk Ponpes Wali Barokah.

“Jamnas kedua Mbahman tersebut, menurut saya sebagai wujud penghormatan kepada Mbahman. Karena beliau selalu mendedikasikan hidupnya, pengabdiannya, segala-galanya dicurahkan untuk khidmah kepada pondok,” tuturnya.

Menurut Qowim, semangat perjuangan dalam mengisi kemerdekaan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemerdekaan, kata dia, tidak berhenti pada kegiatan mengenang perjuangan para pahlawan.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan adalah tentang apa yang bisa kita lakukan hari ini untuk membuat bangsa kita menjadi lebih baik,” katanya.

Qowim juga mengajak masyarakat menjaga persatuan, kerukunan, dan kebersamaan. Perbedaan, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan bukan alasan untuk saling menjauh.

Ia menegaskan pembangunan Kota Kediri membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan pesantren.

“Dengan guyub rukun, kita berkolaborasi membangun Kota Kediri. Secara tidak langsung juga berkontribusi membangun Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Di hadapan para santri, Qowim berpesan agar mereka tidak merasa rendah diri karena menjadi santri. Ia mengajak para santri untuk bangga dengan pilihannya serta terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Semoga malam ini menjadi malam yang penuh barokah, mempererat silaturahmi, dan semakin menguatkan semangat persaudaraan masyarakat Kota Kediri,” pungkasnya.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button