Dies Natalis ke-49 UNP Kediri Ditutup Pagelaran Wayang Kulit, Angkat Lakon Wahyu Godo Inten


Kediri, gelarfakta.com – Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menutup rangkaian Dies Natalis ke-49 dengan menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di kampus setempat, Rabu (5/8/2026) malam. Pagelaran yang menghadirkan dalang Ki Sun Gondrong itu mengangkat lakon Wahyu Godo Inten yang sarat dengan pesan perjuangan, pengorbanan, dan kesetiaan.
Rektor UNP Kediri, Dr. Zainal Afandi, mengatakan pagelaran wayang kulit menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan kampus yang telah memasuki usia ke-49 tahun. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya adiluhung bangsa di lingkungan perguruan tinggi.
“Sebagai ungkapan rasa syukur atas usia ke-49, atas capaian kinerja selama ini, serta berbagai penghargaan yang telah diraih, malam ini kami mengadakan tasyakuran melalui pagelaran wayang kulit. Ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat yang diberikan sehingga Universitas Nusantara PGRI Kediri dapat mencapai usia ke-49 tahun,” ujarnya.
Menurut Zainal, lakon Wahyu Godo Inten dipilih karena mengandung nilai-nilai yang selaras dengan semangat perjuangan dan pengabdian di dunia pendidikan. Kisah tersebut menceritakan Wisanggeni, putra Arjuna, yang berupaya membantu keluarga Pandawa meraih kemenangan dalam Perang Baratayudha.
“Lakon Wahyu Godo Inten menceritakan Wisanggeni, putra Arjuna, yang berupaya membantu keluarga besar Pandawa meraih kemenangan dalam Perang Baratayudha. Nilai perjuangan, pengorbanan, dan kesetiaan itulah yang ingin kami teladani dalam membangun Universitas Nusantara PGRI Kediri,” katanya.
Ia berharap pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan bagi sivitas akademika dan masyarakat, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menyampaikan nilai-nilai kehidupan.
“Wayang merupakan budaya adiluhung bangsa Indonesia. Kita tidak hanya mendapatkan tontonan, tetapi juga tuntunan. Karena itu saya mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk bersama-sama menyaksikan dan mengambil nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, UNP Kediri juga memberikan Anugerah Kampus UNP Kediri 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada unit kerja, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan yang menunjukkan kinerja terbaik selama satu tahun terakhir.
Untuk kategori Unit Kerja Unggul, penghargaan diberikan kepada Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Lembaga Pengembangan Mutu dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPMPSDM).
Kategori Tenaga Kependidikan Unggul diraih Arif Erwan, Aris Rahayu, dan Danang Sasongko. Sementara kategori Dosen Unggul diberikan kepada Dr. Ika Santia, M.Pd., Dr. Faisol, M.M., serta Dr. M. Anas, M.M., M.Ak.
Adapun penghargaan Program Studi Unggul diraih Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Program Studi Pendidikan Matematika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Zainal menuturkan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas layanan, pendidikan, dan prestasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa UNP Kediri kini mulai mempersiapkan diri menyambut usia emas ke-50 pada 2027 sebagai momentum untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan kontribusi kepada masyarakat.
“Tahun depan merupakan momentum istimewa karena Universitas Nusantara PGRI Kediri akan memasuki usia emas 50 tahun. Mari kita sambut dengan meningkatkan kinerja dan prestasi agar kampus ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.(*/pty/kur)



