Safari Kisah Kak David, KAI Daop 7 Edukasi Keselamatan Perlintasan Sejak Dini di Madiun


Madiun, gelarfakta.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat melalui kegiatan edukatif bertajuk “Safari Kisah Kak David bersama KAI” yang digelar di The Nice Playland, Saradan, Kabupaten Madiun, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KAI menanamkan budaya disiplin dan keselamatan di perlintasan sebidang sejak dini.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi sarana promosi layanan, namun juga membawa misi edukasi keselamatan perjalanan kereta api kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga.
“KAI ingin hadir sebagai sahabat perjalanan keluarga sekaligus mitra edukasi. Kami tidak hanya membawa promo menarik dan merchandise, tetapi yang paling utama adalah semangat edukasi keselamatan. Kami ingin anak-anak pulang tidak hanya membawa hadiah, tetapi juga membawa pesan keselamatan yang tertanam kuat,” ujar Tohari.
Dalam kegiatan itu, KAI menghadirkan sesi berkisah bersama Kak David serta sosialisasi keselamatan melalui Open Booth. Lebih dari 300 peserta dikenalkan dengan jargon “BERTEMAN” yang merupakan akronim dari Berhenti, Tengok Kiri-Kanan, dan Aman Berjalan.
Melalui pendekatan storytelling dan interaksi bersama maskot Si Loko, anak-anak diajak memahami bahaya bermain di sekitar rel kereta api sekaligus tata cara melintas yang benar di perlintasan sebidang.
Menurut Tohari, pendekatan edukasi yang menyenangkan menjadi salah satu langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api.
Selain edukasi keselamatan, KAI Daop 7 Madiun juga menghadirkan berbagai layanan bagi masyarakat. Di antaranya Open Booth Informasi untuk konsultasi rute, jadwal perjalanan, serta pendaftaran tarif reduksi bagi penumpang yang memenuhi syarat.
KAI juga membuka pendaftaran program Eduspoor, yakni program wisata edukasi bagi sekolah atau kelompok yang ingin mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian melalui tur edukatif.
Tohari berharap kegiatan seperti ini dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Ingatlah jargon BERTEMAN demi keselamatan diri sendiri dan perjalanan kereta api,” pungkasnya.(*/pty/kur)



