Jalan Kawi Kediri Ditutup Sementara Selama 3 Pekan, Proyek Crossing Saluran Air Cegah Banjir


Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan resmi memberlakukan penutupan sebagian Jalan Kawi mulai Selasa (5/5/2026). Kebijakan ini dilakukan seiring adanya proyek pembangunan crossing atau persilangan saluran air oleh pelaksana proyek jalan tol.
Penutupan dijadwalkan berlangsung selama tiga minggu, terhitung mulai 5 Mei hingga 26 Mei 2026. Kebijakan ini diambil atas pengajuan pihak pelaksana proyek guna menjamin keamanan dan kenyamanan selama proses pengerjaan berlangsung.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, menjelaskan bahwa pembangunan crossing tersebut memiliki peran penting dalam mengantisipasi potensi banjir di wilayah sekitar.
“Pembangunan crossing ini krusial untuk mencegah banjir di lingkungan sekitar. Saluran ini nantinya akan mengalirkan air menuju pembuangan ke sisi timur, yakni Sungai Brantas,” terangnya.
Meski dilakukan penutupan, Cholis menegaskan bahwa Jalan Kawi tidak ditutup sepenuhnya. Penutupan hanya diberlakukan pada titik lokasi proyek sepanjang kurang lebih 50 meter. Warga sekitar tetap dapat menggunakan akses jalan lingkungan untuk beraktivitas sehari-hari.
Selain itu, kendaraan besar dan angkutan berat dipastikan tidak mengalami kendala dan tetap dapat melintas melalui rute yang telah ditentukan. Pihak Dinas Perhubungan juga telah melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar.
“Kami sudah melakukan pemantauan dan sejauh ini tidak terjadi penumpukan kendaraan. Kami juga bekerja sama dengan Satlantas Polres Kediri Kota dan pihak pelaksana proyek dalam pengaturan lalu lintas serta pemasangan road barrier,” imbuhnya.
Terkait sosialisasi, Dinas Perhubungan melibatkan pihak kelurahan dan kecamatan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat sekitar. Selain itu, media sosial juga dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan informasi agar masyarakat dapat menyesuaikan rute perjalanan selama masa penutupan.
Cholis menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kebijakan ini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama berkendara serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
“Kami berharap masyarakat dapat memaklumi karena proyek ini bertujuan untuk kepentingan bersama, terutama dalam mengatasi masalah banjir. Kami juga berupaya agar pengerjaan dapat segera selesai sehingga jalan dapat kembali dibuka,” pungkasnya.(*/pty/kur)



