EkonomiPolitik dan Pemerintahan

Jelang Idulfitri 1447 H, Pemkab Kediri Pastikan Harga Bahan Pokok di Pasar Pare Relatif Stabil

Kediri, gelarfakta.com — Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok relatif stabil menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan langsung di Pasar Induk Komoditi Sayur Buah dan Pangan Pare, Senin (9/3/2026).

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan sebagian besar harga kebutuhan pokok masih terkendali. Namun, beberapa komoditas seperti cabai masih mengalami fluktuasi harga.

“Secara umum harga bahan pokok masih stabil, kecuali cabai yang masih fluktuatif,” kata Dewi.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menerima sejumlah masukan dari para pedagang. Salah satu keluhan yang disampaikan berkaitan dengan kondisi jalan berlubang di sekitar area pasar. Dewi menegaskan keluhan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menambahkan, beberapa komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, sayur-mayur, dan telur masih dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau cabai masih sedikit fluktuatif, tetapi mudah-mudahan tetap terkendali dan tidak sampai melebihi Rp100 ribu. Ini akan terus menjadi pantauan tim gabungan Pemkab Kediri agar tidak terjadi gejolak di masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Tutik, kelancaran distribusi bahan pokok juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi stabilitas harga di pasar. Hingga saat ini, distribusi bahan pangan di wilayah Kabupaten Kediri masih terpantau aman.

Pemantauan pasar tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan rapat koordinasi Forkopimda dan patroli gabungan cipta kondisi keamanan daerah yang sebelumnya digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul.

Dalam rapat tersebut, Dewi juga berpesan kepada seluruh tim agar memanfaatkan kegiatan pemantauan untuk melihat langsung kondisi di lapangan, khususnya terkait perkembangan harga kebutuhan pokok serta potensi kendala distribusi.

“Kami meminta keluhan atau masukan dari para pedagang karena seringkali informasi paling akurat mengenai dinamika pasar justru kita dapatkan langsung dari para pelaku usaha di lapangan,” urainya saat rapat koordinasi.

Selain membahas stabilitas harga bahan pokok, rapat koordinasi juga menyoroti berbagai langkah antisipasi menjelang arus mudik dan libur Lebaran. Beberapa perangkat daerah diminta mempersiapkan langkah strategis, seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri yang diminta memetakan titik rawan kemacetan, Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri untuk mengantisipasi potensi lonjakan wisatawan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri yang menyiapkan posko kesehatan bagi para pemudik.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button