Pemkot Kediri Perkuat Program UKS/M untuk Targetkan Predikat Wistara pada Penilaian Kota Sehat 2026


Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kota Kediri memperkuat pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) sebagai bagian dari persiapan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2026. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) UKS/M yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri, Selasa (13/10/2026).
Rakerda tersebut menjadi forum koordinasi, evaluasi, dan penyusunan rencana strategis untuk meningkatkan pelaksanaan UKS/M di Kota Kediri. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur.
Kepala Bagian Kesra Kota Kediri, Miftahur Rozak, menjelaskan bahwa UKS/M berperan penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik. Karena itu, pelaksanaannya perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, puskesmas, keluarga, hingga masyarakat.
Rozak menyebut terdapat empat aspek utama yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan UKS/M. Pertama, pendidikan kesehatan melalui pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi gizi seimbang, serta pencegahan anemia.
Kedua, pelayanan kesehatan yang mencakup penjaringan dan pemeriksaan kesehatan peserta didik, termasuk pemantauan status gizi, tinggi badan, dan berat badan.
Ketiga, pembinaan lingkungan sekolah sehat melalui penyediaan air bersih, sarana cuci tangan, serta toilet yang bersih dan layak. Keempat, penguatan kelembagaan UKS/M melalui pembentukan dan pengaktifan Tim Pembina serta Tim Pelaksana UKS/M, disertai penyusunan program kerja dan rencana kegiatan.
Pelaksanaan berbagai aspek tersebut juga membutuhkan koordinasi lintas sektor serta monitoring dan evaluasi secara berkala.
Dalam Rakerda UKS/M 2026, Pemkot Kediri menetapkan lima agenda prioritas. Agenda itu meliputi penguatan koordinasi dan kelembagaan Tim Pembina UKS/M, peningkatan kualitas pelaksanaan Trias UKS/M, penguatan pelayanan kesehatan dan pemenuhan sarana sekolah sehat, peningkatan peran sekolah, puskesmas, keluarga, dan masyarakat, serta penetapan target dan indikator keberhasilan yang disertai monitoring dan evaluasi.
Rozak menambahkan, Pemkot Kediri menargetkan penghargaan Swasti Saba dengan predikat Wistara dalam penilaian KKS 2026. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah kota mendorong pembiasaan hidup sehat sejak usia sekolah, peningkatan pelayanan kesehatan peserta didik, penciptaan lingkungan sekolah yang sehat, serta penguatan sinergi lintas sektor.
“Melalui penguatan pelaksanaan UKS/M, kami berharap tercipta lingkungan sekolah yang sehat serta sinergi lintas sektor yang semakin baik. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama mewujudkan generasi Kota Kediri yang sehat, kuat, cerdas, dan berkarakter,” harapnya.
Melalui Rakerda tersebut, Pemkot Kediri berharap pelaksanaan UKS/M dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Selain mendukung persiapan penilaian KKS 2026, penguatan program ini juga diarahkan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung kualitas generasi penerus di Kota Kediri.(*/pty/kur)



