PeristiwaPolitik dan Pemerintahan

Babinsa dan Warga Kediri Gotong Royong Perbaiki Tanggul Sungai Pulerejo

Kediri, gelarfakta.com – Babinsa Ramil 0809/02 Pesantren, Sertu Mulyono, bersama sekitar 50 warga dan kelompok tani (Poktan) melaksanakan kerja bakti membersihkan aliran Sungai Pulerejo sekaligus memperbaiki tanggul yang rusak di Lingkungan RW 08 Pulerejo, Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.30 WIB tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi sungai yang mengalami penyumbatan akibat penumpukan lumpur dan sampah. Selain itu, kerusakan tanggul menyebabkan air sungai kerap meluap hingga masuk ke halaman rumah warga serta merendam area persawahan.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah tanaman warga dilaporkan mati dan hasil pertanian tidak maksimal karena sistem pembuangan air di area persawahan terganggu.

Ketua Poktan sekaligus Ketua RW 08 Kelurahan Bawang, M. Huda, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa dan masyarakat dalam kegiatan gotong royong tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sertu Mulyono selaku Babinsa dan seluruh warga masyarakat yang di tengah waktu libur masih menyempatkan diri untuk melaksanakan kerja bakti. Semoga permasalahan genangan air di persawahan dan halaman warga dapat teratasi, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan irigasi yang lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Sertu Mulyono menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan membersihkan sungai, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

“Kegiatan ini untuk mencegah banjir, membersihkan sungai dari sampah, ranting, dan endapan lumpur agar aliran air lancar, meningkatkan kesehatan lingkungan, serta menjaga kelestarian ekosistem sungai,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan warga, sekaligus mendorong semangat gotong royong sebagai kekuatan utama dalam menjaga lingkungan dan ketahanan wilayah.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan aliran Sungai Pulerejo kembali normal dan risiko banjir maupun kerugian di sektor pertanian dapat diminimalkan.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button