Pemkab Kediri Targetkan Anak Tidak Sekolah Turun hingga 80 Persen pada Akhir 2026


Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak. Sejumlah strategi dilakukan, di antaranya penjangkauan langsung ke rumah anak dan keluarga sasaran melalui home visit serta gerakan 1 GTK 1 ATS.
Gerakan 1 GTK 1 ATS merupakan upaya melibatkan satu guru atau tenaga kependidikan untuk mendampingi satu anak tidak sekolah. Melalui pendekatan tersebut, persoalan yang menyebabkan anak tidak bersekolah dapat diketahui sekaligus ditindaklanjuti.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin mengatakan, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi secara bersama-sama.
“Kita harus memastikan anak-anak di Kabupaten Kediri mendapatkan hak untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh pendidikan,” katanya dalam acara Pengumuman dan Awarding Home Visit ATS Award 2026 di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (26/8/2026).
Menurut Solikin, persoalan ATS tidak semata-mata berkaitan dengan pendidikan. Kondisi sosial dan ekonomi keluarga juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan anak tidak melanjutkan sekolah.
Karena itu, Pemkab Kediri mendorong penanganan ATS dilakukan secara bersama dengan melibatkan berbagai pihak. Penjangkauan langsung menjadi salah satu langkah untuk mengetahui kondisi anak dan keluarga secara lebih dekat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, program penjangkauan tersebut telah berjalan selama enam bulan. Sekitar 750 visitor dilibatkan untuk mendatangi dan melakukan pendampingan langsung kepada anak tidak sekolah.
“Dari data awal sebanyak 11.181 anak tidak sekolah, saat ini berhasil kita turunkan hingga tersisa 5.725 anak. Capaian ini akan terus kita tindak lanjuti melalui visitasi dan penjangkauan hingga akhir tahun,” jelas Muhsin.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menargetkan jumlah ATS dapat ditekan hingga 70-80 persen pada akhir tahun 2026. Upaya penjangkauan dan pendampingan akan terus dilakukan untuk mencapai target tersebut.
Dalam jangka panjang, Pemkab Kediri menargetkan tidak ada lagi anak yang kehilangan akses pendidikan atau mencapai kondisi Zero ATS.(*/pty/kur)



