Olahraga

Persik Kediri Resmi Berpisah dengan Faris Aditama Usai 11 Musim, Tinggalkan Jejak Sebagai Legenda Klub

Kediri, gelarfakta.com – Persik Kediri resmi mengakhiri kebersamaan dengan Faris Aditama setelah Super League musim 2025/2026. Perpisahan ini menandai berakhirnya perjalanan salah satu pemain paling loyal dalam sejarah klub berjuluk Macan Putih tersebut.

Selama membela Persik Kediri, Faris Aditama menghabiskan 11 musim bersama tim. Catatan tersebut menyamai rekor legenda Persik Kediri, Harianto, sebagai pemain dengan masa pengabdian terpanjang di klub.

Manajer Tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menyebut Faris bukan hanya sosok penting di lapangan, tetapi juga menjadi teladan bagi para pemain muda.

“Faris Aditama merupakan sosok pemain yang tidak hanya menjadi panutan, tetapi juga teladan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Banyak pemain muda yang bergabung di Persik Kediri menjadikan sosok Faris Aditama sebagai mentor, baik dari segi teknis maupun sikap,” ujarnya.

Karier Faris bersama Persik dimulai pada periode 2010 hingga 2015. Pemain kelahiran Kediri itu turut memperkuat Macan Putih saat berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) musim 2014/2015.

Setelah sempat membela beberapa klub di Indonesia, Faris kembali ke Persik Kediri pada musim 2018/2019. Saat itu Persik baru promosi ke Liga 2 dan tengah berupaya kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

Kehadirannya menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Persik meraih gelar juara Liga 2 musim 2019 sekaligus memastikan promosi ke Liga 1. Sejak kembali ke kompetisi kasta tertinggi, Faris dipercaya mengenakan ban kapten dan memimpin rekan-rekannya di lapangan.

“Faris Aditama menghadirkan banyak memori untuk Persik Kediri. Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan besar bisa bekerja sama dengan Faris Aditama,” kata Kuncara.

Selama memperkuat Persik Kediri, Faris mencatatkan 111 penampilan di berbagai ajang kompetisi dengan torehan sembilan gol dan enam assist. Pemain bernomor punggung 13 itu juga memiliki catatan konsisten dengan selalu mencetak gol pada setiap musim mulai 2019/2020 hingga 2023/2024. Pada musim 2024/2025, meski tidak mencetak gol, ia masih menyumbang satu assist bagi tim.

Salah satu momen yang paling dikenang terjadi pada pekan ke-33 Liga 1 musim 2023/2024 saat Faris mencetak gol yang membawa Persik unggul 4-3 atas PSS Sleman. Meski laga akhirnya berakhir imbang 4-4, gol tersebut menjadi salah satu kontribusi penting dalam perjalanan tim pada musim itu.

Menutup pernyataannya, Kuncara menegaskan bahwa Faris Aditama telah menjadi bagian penting dari sejarah Persik Kediri dan akan selalu dikenang sebagai simbol loyalitas terhadap klub.

“Sebelas musim adalah waktu yang sangat panjang. Faris Aditama adalah salah satu simbol loyalitas, komitmen, serta semangat seorang pemain. Nama Faris sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah emas Persik Kediri. Hanya klub legenda yang memiliki pemain legenda. Faris akan selalu memiliki tempat khusus di hati para suporter dan klub,” pungkasnya.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button