Kader Posyandu se-Kecamatan Pesantren Studi Tiru ke Posyandu Seruni, Perkuat Layanan Kesehatan 6 SPM


Kediri, gelarfakta.com – Kader Posyandu se-Kecamatan Pesantren mengikuti kegiatan studi tiru di Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Seruni yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Wali Barokah, Kelurahan Burengan, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas melalui penerapan Posyandu terintegrasi.
Studi tiru tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman dan pembelajaran dalam mengembangkan layanan Posyandu yang mampu menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, KH Sunarto, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Posyandu Seruni sebagai lokasi percontohan. Menurutnya, keberadaan Posyandu Seruni di lingkungan pesantren merupakan bentuk komitmen dalam mendukung kesehatan keluarga dan mempersiapkan generasi masa depan.
“Kami di sini memfasilitasi karena kegiatan ini merupakan aksi nyata bagi kepentingan keluarga dan generasi masa depan. Persiapannya bahkan tidak hanya dimulai sejak anak dalam kandungan, tetapi sejak seseorang memilih pasangan hidup dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga,” ujarnya.
KH Sunarto menjelaskan, Posyandu 6 SPM Seruni kini memberikan layanan yang lebih luas. Selain melayani balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, layanan juga mencakup masyarakat usia dewasa hingga lanjut usia. Ia pun mengaku turut memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan rutin yang tersedia di Posyandu tersebut.
Dalam kesempatan itu, KH Sunarto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK dan Posyandu yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyambut baik rencana keikutsertaan Posyandu Seruni dalam lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, mengapresiasi semangat para kader Posyandu yang hadir untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan bahwa penerapan Posyandu 6 SPM perlu dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kemampuan masing-masing wilayah tanpa mengabaikan praktik baik dari Integrasi Layanan Primer (ILP) yang telah berjalan.
“Pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini kita lakukan bertahap. Apabila belum mampu menjalankan seluruh enam bidang pelayanan sekaligus, cukup dimulai dari dua atau tiga bidang yang paling memungkinkan, lalu ditambah secara bertahap. Jangan sampai kader merasa terbebani tanpa adanya penyesuaian tempat, tenaga, maupun mekanisme pelayanan,” terangnya.
Faiqoh berharap proses adaptasi tersebut dapat berlangsung secara harmonis sehingga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat terus meningkat tanpa membebani para kader Posyandu.
Melalui kegiatan studi tiru ini diharapkan terbangun ruang diskusi dan pertukaran pengalaman antara Posyandu Seruni dengan kader Posyandu se-Kecamatan Pesantren. Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat diterapkan di masing-masing wilayah guna mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas di Kota Kediri.(*/pty/kur)



