Usai Dialog dengan Mahasiswa, Wapres Gibran Salat Magrib Berjamaah di Masjid Baiturrahman


Jakarta, gelarfakta.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melaksanakan salat Magrib berjamaah bersama sejumlah mahasiswa di Masjid Baiturrahman, Sekretariat Wakil Presiden, Jalan Kebon Sirih Nomor 14, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Salat berjamaah tersebut dilaksanakan setelah Gibran menerima dan berdialog dengan 15 perwakilan mahasiswa yang sebelumnya menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta.
Dalam audiensi yang berlangsung di Istana Wakil Presiden, mahasiswa dari Universitas Bung Karno dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta menyampaikan berbagai masukan serta hasil kajian mengenai sejumlah isu nasional. Beberapa topik yang dibahas antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, sektor pendidikan, revisi regulasi, hingga pembangunan di wilayah tertinggal.
Usai mendengarkan aspirasi dan berdialog dengan mahasiswa, Wapres mengajak peserta audiensi yang beragama Islam menuju Masjid Baiturrahman untuk menunaikan salat Magrib berjamaah bersama jajaran Sekretariat Wakil Presiden.
Sebelumnya, Gibran menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk menyampaikan kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan berbagai program dan kebijakan pemerintah.
Saat berdialog dengan mahasiswa, Gibran mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program pemerintah yang perlu diperbaiki secara bersama-sama.
“Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama,” kata Gibran.
Ia juga mengapresiasi berbagai pandangan dan masukan yang disampaikan mahasiswa dalam audiensi tersebut.
“Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan,” ujarnya.
Menurut Gibran, keterlibatan mahasiswa dalam memberikan kritik, evaluasi, dan saran merupakan bagian penting dalam proses pembangunan serta pengawasan terhadap jalannya kebijakan pemerintah.
“Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” tuturnya.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu bentuk komunikasi antara pemerintah dan kalangan mahasiswa dalam membahas berbagai isu strategis nasional sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam proses pembangunan.(*/pty/kur)



