Pemkot Kediri Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Hadapi Pembelajaran Wajib di SD


Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan menggelar Professional Development Workshop for English Teachers untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris dan tutor English Massive (E-MAS), Jumat (14/8/2026).
Workshop yang berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara tersebut mengangkat tema “Strengthening English Teachers and Tutors for Global Communication”. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Dinas Pendidikan Kota Kediri dengan The Mangrove Global dan diikuti 73 peserta yang terdiri atas guru Bahasa Inggris SD, guru Bahasa Inggris SMP, serta tutor E-MAS.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kediri mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan global sekaligus mengantisipasi kebijakan Kementerian Pendidikan yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD mulai tahun depan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, mengatakan workshop tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan pengembangan profesional guru Bahasa Inggris serta tutor E-MAS. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan strategi pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan.
“Wali Kota Kediri ingin English Massive ini terus berkembang. Salah satu poin yang ditekankan adalah bahwa program ini harus bisa diakses oleh seluruh siswa, tanpa ada diskriminasi karena tujuan utamanya adalah membantu anak-anak kita memudahkan belajar Bahasa Inggris,” ujarnya.
Menurut Mandung, tantangan dalam pembelajaran Bahasa Inggris saat ini bukan semata-mata kemampuan anak memahami materi, tetapi juga rendahnya kepercayaan diri untuk berbicara menggunakan Bahasa Inggris.
Karena itu, pendekatan pembelajaran perlu dibuat menyenangkan agar siswa tidak merasa terbebani. Sekolah juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa berani berkomunikasi dengan teman maupun guru.
“Sekolah diharapkan mampu membangun lingkungan belajar yang mendukung anak-anak berani berkomunikasi, baik dengan sesama teman maupun guru. Selain itu, English Massive yang ada di kelurahan juga diharapkan dapat mendukung pembelajaran Bahasa Inggris,” tambahnya.
Pemkot Kediri juga terus memperluas program E-MAS dengan menambah titik pembelajaran di sekolah. Saat ini, terdapat 150 spot E-MAS yang telah berjalan di seluruh kelurahan di Kota Kediri.
Selain titik yang berada di lingkungan RT/RW, Dinas Pendidikan mulai membuka spot E-MAS di sekolah. Pada tahap awal, program tersebut telah diluncurkan di sembilan SMP dan tiga SD.
“Dalam tiga bulan ini, spot yang ada di sekolah kita pantau terus untuk terus stabil dan meningkat. Kita hadirkan spot di sekolah untuk memberikan kemudahan bagi siswa mengikuti pembelajaran setelah jam sekolah. Bagi siswa yang memilih belajar di lingkungan tempat tinggal, tetap dapat mengikuti spot E-MAS di sekitar rumah pada sore atau malam hari,” ungkap Mandung.
Workshop menghadirkan Yuta Otake, Teacher Trainer dari Amerika Serikat sekaligus CEO The Mangrove Global. Materi yang diberikan meliputi English for Global Communication, English Language Development, Effective English Teaching Strategies, serta Professional Development for English Teachers and Tutors.
Selain mendapatkan materi, peserta juga mengikuti praktik langsung untuk menerapkan strategi pembelajaran yang dibahas selama workshop.
Mandung berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas guru dan tutor sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih menarik dan efektif.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris dan tutor E-MAS secara berkelanjutan. Pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan memberikan manfaat yang lebih besar dalam mempersiapkan generasi Kota Kediri untuk menghadapi komunikasi dan berbagai peluang di dunia global,” pungkasnya.
Di sela kegiatan, Yuta Otake menekankan pentingnya pengembangan profesional bagi guru. Menurutnya, guru dapat terjebak dalam rutinitas mengajar yang monoton sehingga membutuhkan pengembangan profesional untuk menemukan dan mencoba berbagai gagasan baru.
“Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa secara efektif, guru seharusnya mengurangi teori dan lebih memperbanyak partisipasi aktif dengan siswa,” tandasnya.
Salah satu peserta, Agustin, guru SDN Bujel 2 sekaligus tutor E-MAS, menyambut positif pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan dan strategi untuk menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menarik dan menyenangkan.
Menurut Agustin, berbagai materi yang diberikan menghadirkan tips dan strategi yang dapat diterapkan langsung dalam proses pembelajaran. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat membantu siswa lebih mudah memahami Bahasa Inggris.
“Anak-anak biasanya masih terbatas dalam vocabulary dan kurang percaya diri ketika diminta maju ke depan kelas. Mereka membutuhkan support system dan lingkungan yang baik agar mereka berani untuk mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan karena merupakan bagian dari proses belajar,” ujarnya.(*/pty/kur)



