Wawali Kediri Dorong Mushola Al Ikhlas Jadi Ruang Ibadah dan Penguat Sinergi


Kediri, gelarfakta.com – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mendorong agar Mushola Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan.
Hal tersebut disampaikan Gus Qowim, sapaan Qowimuddin, saat menghadiri Tasyakuran Renovasi Mushola Al Ikhlas Kantor Kemenag Kota Kediri, Rabu (19/8/2026).
Gus Qowim menyampaikan selamat atas selesainya renovasi Mushola Al Ikhlas. Ia berharap keberadaan mushola tersebut dapat mendorong keluarga besar Kemenag Kota Kediri semakin meningkatkan ibadah, khususnya salat berjemaah.
“Selamat atas selesainya Mushola Al Ikhlas ini. Semoga dengan selesainya renovasi ini membawa ilham dan iman bagi kita semua untuk semakin semangat melaksanakan salat dan aktivitas ibadah lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, setelah direnovasi dan diresmikan, Mushola Al Ikhlas perlu dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh keluarga besar Kemenag Kota Kediri. Selain untuk salat, mushola diharapkan dapat menjadi sarana berbagai kegiatan keagamaan.
Gus Qowim juga mengingatkan bahwa pembangunan mushola merupakan bagian dari amal jariah. Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga besar Kemenag Kota Kediri untuk terus memakmurkan dan meramaikan Mushola Al Ikhlas.
“Jangan sampai mushola ini hanya menjadi bangunan. Bagaimana kemudian kita memakmurkan dan meramaikan mushola ini, sehingga apa yang menjadi cita-cita awal pembangunannya dapat terus memberikan manfaat dan menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gus Qowim berharap keberadaan Mushola Al Ikhlas menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kemenag Kota Kediri dan Pemerintah Kota Kediri. Menurutnya, kerja sama tersebut penting dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Kediri, termasuk membangun masyarakat yang agamis.
Ia menjelaskan, konsep masyarakat agamis yang dikembangkan Pemerintah Kota Kediri tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah. Nilai-nilai agama juga diharapkan hadir dalam kehidupan sosial dan berbagai upaya pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Agamis yang kita bangun adalah bagaimana kehidupan sosial masyarakat menjadi perhatian utama. Bagaimana nilai-nilai agama hadir dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem, menjaga kerukunan, serta memastikan seluruh umat beragama di Kota Kediri dapat menjalankan ajarannya dengan tenang, tenteram, nyaman, dan tidak terganggu oleh apa pun,” jelasnya.
Gus Qowim menambahkan, semangat tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Kediri dan Kemenag Kota Kediri. Ia berharap Mushola Al Ikhlas dapat menjadi salah satu titik awal untuk mempererat kerja sama dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Inilah harapan dari pembangunan mushola ini, menjadi batu loncatan untuk lebih mempererat dan memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Kediri dan Kementerian Agama Kota Kediri,” pungkasnya.(*/pty/kur)



