Politik dan Pemerintahan

Dinsos Kota Kediri Perkuat DTSEN, Relawan Sosial Dibekali Bimtek Validasi Data

Kediri, gelarfakta.com — Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial terus memperkuat akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Elektronik (DTSEN) sebagai basis penentuan kebijakan sosial. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pembaruan DTSEN, Rabu (28/1/2026), di salah satu hotel di Kota Kediri, guna memastikan validitas dan ketepatan data sosial ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh para pekerja dan relawan sosial, di antaranya anggota Tim Reaksi Cepat (TRC), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS), Kemsos, serta pegawai Dinas Sosial Kota Kediri. Mereka dibekali pemahaman teknis agar mampu melakukan verifikasi dan validasi data secara lebih akurat saat terjun langsung ke lapangan.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, menegaskan bahwa pembaruan DTSEN memiliki peran krusial dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis data. “DTSEN adalah alat yang sangat penting untuk mendokumentasikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, baik itu mengenai alamat, anggota keluarga, maupun kondisi ekonomi mereka,” ujarnya.

Namun demikian, Imam mengakui bahwa selama ini masih ditemukan laporan yang menunjukkan data dalam DTSEN belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, pada tahun 2026 ini Dinas Sosial Kota Kediri berkomitmen melakukan verifikasi dan validasi data secara mandiri agar data bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

“Pada pertemuan ini, kami ingin memastikan bahwa data yang ada dalam DTSEN benar-benar mewakili kondisi masyarakat yang sesungguhnya, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi fokus kami, seperti Desil 1 dan 2,” jelasnya.

Dalam Bimtek tersebut, Dinas Sosial menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri. Materi yang disampaikan meliputi teknis pembaruan data, metode verifikasi dan validasi, hingga cara memastikan konsistensi antara data administratif dan kondisi faktual masyarakat. Pemaparan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas relawan dan pekerja sosial dalam melakukan pendataan secara profesional, objektif, dan terstandar.

Imam juga mengimbau seluruh peserta untuk benar-benar mencermati materi yang diberikan dan tidak ragu bertanya apabila terdapat hal yang belum dipahami. Ia menekankan bahwa peran relawan dan pekerja sosial sangat vital karena merekalah yang berhadapan langsung dengan masyarakat di lapangan.

“Ke depan, kami berharap para relawan dan pekerja sosial dapat bekerja lebih efektif, sehingga proses verifikasi data berjalan optimal dan hasilnya dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan perlindungan sosial yang adil dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Melalui penguatan DTSEN ini, Pemerintah Kota Kediri menargetkan terwujudnya basis data sosial yang lebih akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, demi mendukung program kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button