Politik dan Pemerintahan

Pemkot Kediri dan Pemkot Madiun Resmi Jalin Kerja Sama, Fokus Dorong Ekonomi, Pariwisata, dan Pengelolaan Kota

Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kota Kediri dan Pemerintah Kota Madiun resmi menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pengembangan potensi daerah. Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wali Kota Madiun Maidi di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (13/1/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antardaerah, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan yang memiliki karakteristik hampir serupa, sekaligus memaksimalkan potensi masing-masing kota.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan, ruang lingkup kerja sama meliputi berbagai bidang strategis, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, tata kelola birokrasi, komunikasi dan informasi, hingga pengembangan potensi daerah seperti pariwisata, UMKM, dan sektor lainnya.

“Program yang telah berhasil diterapkan di Kota Madiun dan relevan untuk Kota Kediri tentu bisa kita sinergikan. Begitu pula sebaliknya, program unggulan Kota Kediri tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di Kota Madiun,” ujar Vinanda Prameswati.

Lebih lanjut, wali kota yang akrab disapa Mbak Wali itu menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri terbuka terhadap kolaborasi antardaerah selama program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selama program itu positif, bisa diterapkan, mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, Insyaallah akan kita lakukan. Kami tidak akan menutup diri,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menuturkan, kerja sama ini dilandasi kesamaan karakter antara Kota Kediri dan Kota Madiun sebagai kota yang memiliki tantangan hampir serupa, namun dengan potensi yang berbeda-beda. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikolaborasikan agar masing-masing daerah dapat saling menopang.

“Contohnya, saat Madiun kesulitan cabai sementara Kediri melimpah, maka kerja sama ini bisa saling menopang. Ketika satu daerah mengalami kesulitan, daerah lain yang memiliki keunggulan bisa menjadi penopang,” ujarnya.

Maidi menegaskan bahwa sektor ekonomi menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini. Ia mengibaratkan ekonomi sebagai darah dalam tubuh manusia yang menentukan kesehatan secara keseluruhan.

“Ekonomi itu ibarat darah. Kalau alirannya lancar, orang sehat. Kalau pertumbuhan ekonomi kota bagus, kota itu juga akan sehat. Maka bidang ekonomi menjadi prioritas nomor satu,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, kolaborasi juga akan difokuskan pada sektor pariwisata dan kuliner. Menurut Maidi, potensi wisata dan kuliner di kedua kota dapat saling diperkenalkan guna meningkatkan daya tarik dan kunjungan masyarakat.

“Kuliner yang enak di sini kita ajak ke Madiun, yang enak di Madiun kita ajak ke Kediri. Itu yang penting,” imbuhnya.

Selain ekonomi dan pariwisata, Maidi juga memaparkan program unggulan Kota Madiun di bidang lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Ia menyebut Kota Madiun menargetkan zero waste dan zero kabel pada 2027 sebagai bagian dari program kota mendunia.

“Tahun 2027 sampah harus sudah selesai, TPA di Kota Madiun harus sudah ditutup. IKL harus sudah jalan. Selain itu juga zero kabel. Kabel-kabel semrawut harus hilang. Karena Madiun mengimplementasikan 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs). Maka kota mendunia itu salah satunya, sampah dan kabel terselesaikan. Kotanya indah, bersih, oksigennya baik, dan suhunya semakin turun,” pungkasnya.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button