EkonomiPolitik dan Pemerintahan

Pemkab Kediri Pastikan Ketersediaan Pupuk, Dukung Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani

Kediri, gelarfakta.com – Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional dengan memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo, Rabu (7/1/2026), yang menjadi bagian dari agenda nasional panen raya serentak bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang selama ini mendukung program ketahanan pangan. Ia menyebut, Kabupaten Kediri berhasil meraih juara nasional ketahanan pangan tahun 2025.

“Tentunya prestasi ini juga tidak terlepas dari semangat dan kerja keras dari para petani,” katanya.

Sukadi menjelaskan, alokasi pupuk tahun 2026 di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan sekitar sembilan ton dibanding tahun sebelumnya, dengan tingkat pemenuhan di atas 90 persen sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Ia memastikan pupuk sudah dapat ditebus petani sejak awal Januari 2026.

Selain itu, Pemkab Kediri terus mendorong program strategis nasional, seperti bongkar ratoon dan perluasan areal tanam tebu. Kabupaten Kediri bahkan tercatat sebagai daerah dengan luasan bongkar ratoon terbesar se-Indonesia pada tahun 2025, mencapai 120 hektare, dengan dukungan bantuan benih dan biaya tenaga kerja.

“Semua ini dilakukan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor gula dan benar-benar mandiri pangan,” ungkapnya.

Kegiatan di Desa Sambiresik ini sekaligus menjadi simbol keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada tahun 2025.

Acara tersebut juga menjadi momentum silaturahmi dan motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas melalui pola tanam yang baik, pemupukan tepat, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam wilayah Kabupaten Kediri, perwakilan Kodim 0809, Polres Kediri, Bulog Kabupaten Kediri, PLN Kediri, OPD terkait, serta para petani dari wilayah sekitar.

Sementara itu, Kepala Bulog Kabupaten Kediri, Harisun, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga harga gabah agar tetap stabil dan menguntungkan petani.

“Pemerintah hadir langsung membeli gabah petani dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram. Petani tidak perlu khawatir harga jatuh saat panen raya,” ucapnya.

Bulog juga mengimbau petani menjual gabah sesuai standar kualitas dan waktu panen yang tepat agar hasil yang diperoleh maksimal. Program pembelian gabah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan petani sekaligus menjamin ketersediaan beras nasional.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button