Dekranasda Jombang Dorong Transformasi UMKM Berbasis Digital dan Kreativitas


Jombang, gelarfakta.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang menetapkan arah baru dalam pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk masa bakti 2025–2030. Fokus utama diarahkan pada transisi ekonomi dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi digital.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Kerja Dekranasda Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Swagata Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (10/4/2026).
Dalam arahannya, Yuliati menegaskan bahwa tahun 2026 hingga 2027 menjadi fase penting untuk mengubah peran Dekranasda. Tidak lagi sekadar sebagai lembaga pembina, namun harus menjadi penggerak pasar yang aktif agar produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kita sedang bertransisi dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi. Dalam visi ini, IKM dan UMKM bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan akan menjadi pilar utama stabilitas ekonomi daerah,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret menghadapi era industri 5.0, Dekranasda tengah menyiapkan platform aplikasi berbasis geospasial yang terintegrasi dengan marketplace. Sistem ini dirancang untuk memetakan potensi sekaligus melayani pelaporan dan transaksi secara langsung, sehingga produk khas Jombang dapat menjangkau pasar lebih luas tanpa batas ruang dan waktu.
Dalam rencana kerja tahun 2026, Dekranasda juga akan melakukan kunjungan ke 5 hingga 10 sentra industri unggulan, mulai dari wilayah Ploso, Kabuh hingga perajin Batik Jombangan. Kunjungan ini bertujuan memberikan solusi desain modern tanpa meninggalkan identitas lokal serta memastikan kualitas produk siap bersaing.
Selain itu, program Pendampingan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM UPUD) akan dioptimalkan guna mempertemukan pelaku usaha dengan investor dan akademisi melalui berbagai pameran strategis. Program ini juga menyasar pendampingan Wira Usaha Baru (WUB) di berbagai sektor, mulai pertanian, perikanan, peternakan hingga kerajinan seperti sarung goyor.
“Tujuannya adalah memastikan bahan mentah dapat diolah menjadi barang jadi bernilai jual tinggi demi mewujudkan kemandirian ekonomi,” tambahnya.
Di sisi lain, peran Aparatur Sipil Negara (ASN) juga didorong sebagai motor penggerak ekonomi lokal. ASN diimbau untuk memprioritaskan belanja kebutuhan melalui aplikasi digital pemerintah daerah maupun gerai resmi Dekranasda agar perputaran ekonomi tetap berada di dalam wilayah Jombang.
“Kepada rekan-rekan ASN, sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Saya menghimbau agar belanja kebutuhan dinas maupun pribadi diprioritaskan melalui aplikasi digital pemerintah daerah atau di gerai Dekranasda. Mari kita jaga perputaran modal tetap di dalam Kabupaten Jombang, dari kita, oleh kita, untuk kemakmuran Jombang,” imbaunya.
Menutup arahannya, Yuliati meminta dukungan penuh dari seluruh OPD, pelaku usaha, dan masyarakat agar rencana strategis ini mampu melahirkan ekosistem digital yang berkelanjutan hingga ke pelosok desa.
“Saya meminta dukungan seluruh pihak, baik OPD terkait, pelaku usaha, maupun masyarakat. Mari kita pastikan rencana strategis ini tidak hanya menjadi seremoni belaka. Saya ingin rencana ini melahirkan ekosistem digital yang berkelanjutan, yang benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa, demi kesejahteraan seluruh pengrajin di Jombang,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Ketua Harian Dekranasda yang juga Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Anjik Eko Saputro menyatakan kesiapannya mendukung program kerja melalui kebijakan anggaran dan regulasi.
“Sebagai ketua harian yang baru, saya akan melakukan yang terbaik untuk mendukung program kerja Ketua Dekranasda dan pengurus. Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya untuk ide inovasi demi kemajuan kerajinan daerah,” ujarnya.
Rapat kerja tersebut berlangsung dinamis dengan diskusi aktif untuk merumuskan langkah konkret dalam mengembangkan kerajinan lokal Jombang agar memiliki daya saing unggul di kancah nasional.(*/pty/kur)



