Menteri PPPA Apresiasi KWT Flamboyan Ketami, Vinanda: Perempuan Jadi Kunci Ketahanan Pangan Keluarga


Kediri, gelarfakta.com – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menerima kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, di Kelurahan Ketami, Minggu (21/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA meninjau secara langsung berbagai hasil budidaya dan produk unggulan yang dikembangkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan Kelurahan Ketami.
Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi peran KWT Flamboyan dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat. Menurutnya, apa yang dilakukan para perempuan di Kelurahan Ketami sejalan dengan cita-cita pemerintah pusat untuk mewujudkan kemandirian desa dan kelurahan.
“Ketika saya baru masuk ke ruangan ini dan melihat hasil yang ada, saya yakin apa yang dicita-citakan Bapak Presiden bisa berhasil di Kota Kediri. Karena yang diinginkan Bapak Presiden adalah setiap desa bisa mandiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemandirian yang dimaksud adalah kemampuan suatu desa atau kelurahan dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya secara mandiri. Keberadaan KWT Flamboyan dinilai bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan langkah strategis dalam membangun ketahanan wilayah dan mendukung kedaulatan pangan dari tingkat keluarga.
“Saya ingin menyampaikan pesan dari Bapak Presiden bahwa kita harus berkolaborasi agar setiap desa atau kelurahan bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Kelurahan ini sudah memulai dengan Kelompok Wanita Tani, bahkan produknya sudah dijual ke beberapa tempat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri PPPA juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah, meskipun terbatas, dengan menanam tanaman produktif menggunakan polybag. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Dengan tumbuh kesadaran untuk menanam tanaman yang dapat dikonsumsi, sebenarnya bukan hanya berdampak secara ekonomi. Namun juga oksigen di lingkungan akan lebih baik,” ungkapnya.
Selain ketahanan pangan, Arifatul menekankan pentingnya membangun ketahanan keluarga melalui penguatan peran orang tua, perlindungan anak, dan pemberdayaan perempuan.
“Perempuan berdaya, anak terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan kunjungan Menteri PPPA menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan ketahanan pangan berbasis keluarga.
Menurut Vinanda, perempuan memiliki posisi strategis dalam kehidupan keluarga, mulai dari mengelola kebutuhan rumah tangga, memastikan kecukupan gizi keluarga, hingga mengembangkan usaha produktif dan mendidik generasi penerus bangsa.
“Perempuan memiliki peran sentral dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, memastikan kecukupan gizi keluarga, mengembangkan usaha produktif, hingga mendidik generasi penerus bangsa. Karena itu, Pemerintah Kota Kediri terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Mbak Wali menjelaskan, Kelurahan Ketami memiliki berbagai potensi unggulan yang terus berkembang. Selain KWT Flamboyan yang menghasilkan aneka sayuran, wilayah tersebut juga dikenal dengan budidaya ikan cupang dan berbagai produk unggulan lainnya.
“Apa yang dilihat oleh Menteri PPPA hari ini adalah potensi-potensi yang ada di Kota Kediri. Kunjungan ini diharapkan menjadi motivasi bagi perempuan-perempuan untuk terus mengembangkan usahanya,” katanya.
Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Kediri pada tahun 2025 mencapai angka 96,36 dan terus menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, kader PKK, kelompok perempuan, hingga masyarakat secara luas.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA bersama Wali Kota Kediri juga meninjau budidaya tanaman aglonema yang menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat Kelurahan Ketami. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.(*/pty/kur)



