Inflasi Kota Kediri Maret 2026 Capai 4,03 Persen, BPS Soroti Kenaikan Pangan dan BBM


Kediri, gelarfakta.com – Badan Pusat Statistik Kota Kediri merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi Kota Kediri periode Maret 2026. Dalam rilis yang disampaikan secara daring, Rabu (1/4/2026), Kota Kediri tercatat mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 4,03 persen dengan nilai IHK mencapai 110,41. Sementara inflasi bulanan (month to month/m-to-m) berada di angka 0,41 persen.
Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menjelaskan bahwa kenaikan inflasi dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi sejak awal Maret 2026, serta meningkatnya permintaan bahan pangan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
“Komoditas seperti cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan daging sapi mengalami kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, sektor transportasi juga turut menyumbang inflasi melalui kenaikan tarif angkutan udara, angkutan antar kota, dan kendaraan travel. Namun, tarif kereta api justru mengalami penurunan. Sementara harga emas perhiasan tercatat menurun akibat dinamika ekonomi global dan kondisi geopolitik.
Emil memaparkan, komoditas penyumbang utama inflasi bulanan di antaranya daging ayam ras dengan andil 0,07 persen dan tingkat inflasi komoditas 3,56 persen. Disusul bensin dan angkutan antar kota masing-masing 0,04 persen, ayam goreng 0,03 persen, serta tomat, kangkung, dan daging sapi masing-masing 0,02 persen.
Adapun komoditas lain seperti beras, bayam, sigaret kretek mesin (SKM), jagung manis, alpukat, jeruk, donat, bawang merah, dan tarif kendaraan travel turut menyumbang 0,01 persen. Sementara komoditas penahan inflasi antara lain cabai rawit sebesar minus 0,03 persen, serta tarif kereta api, bawang putih, dan minyak goreng masing-masing minus 0,01 persen.
Memasuki April 2026, Emil memberikan sejumlah rekomendasi kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri agar menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan, khususnya beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras pasca Idul Fitri.
“Operasional SPPG MBG juga perlu diperhatikan karena diperkirakan dapat mempengaruhi permintaan pasar seiring kembali normalnya kegiatan belajar mengajar setelah Ramadan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris TPID Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono, menyampaikan bahwa pada Maret terjadi deflasi pada komoditas cabai rawit sebesar 0,03 persen, berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pengendalian inflasi yang dilakukan TPID, seperti operasi pasar murni, gerakan pangan murah, inspeksi ketersediaan bahan pangan, serta koordinasi dengan petani dan pedagang.
“Ke depan diharapkan harga komoditas bahan pokok tetap stabil di tengah kondisi geopolitik internasional yang tidak menentu yang berdampak pada kenaikan BBM dunia sehingga berpotensi menjadi penyumbang inflasi,” pungkasnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying, guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.(*/pty/kur)



