Politik dan PemerintahanSeni Budaya

Bupati Warsubi Buka Pendopo Kabupaten Jombang untuk Warga lewat Program “Pendopo Milik Rakyat”

Jombang, gelarfakta.com — Bupati Jombang Warsubi menegaskan komitmennya membuka Pendopo Kabupaten Jombang sebagai ruang bersama bagi masyarakat dalam acara bertajuk “Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua”, Sabtu (14/2/2026) pagi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, Ketua DWP Kabupaten Jombang Lilik Agus Purnomo, serta jajaran asisten, staf ahli, dan kepala OPD terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa pendopo bukan hanya milik kepala daerah, melainkan milik seluruh warga Jombang.

“Pendopo bukan semata milik bupati, wakil bupati, atau pemerintah daerah, melainkan milik seluruh warga Kabupaten Jombang,” tegasnya.

Menurut Warsubi, program “Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua” digagas sebagai langkah konkret membangun komunikasi yang lebih terbuka, partisipatif, dan dekat dengan masyarakat. Pendopo diharapkan tidak hanya menjadi tempat kegiatan seremonial pemerintahan, tetapi juga berfungsi sebagai “rumah besar” bagi warga Jombang.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jombang membuka ruang bagi masyarakat, khususnya pelajar, untuk mengenal fungsi serta nilai sejarah pendopo. Warsubi menekankan pentingnya menjadikan pendopo sebagai simbol keterbukaan, kebersamaan, dan kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa memiliki di kalangan warga. Dengan adanya rasa kepemilikan, masyarakat diharapkan turut menjaga, merawat, dan memaknai pendopo sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan.

Rangkaian acara diisi dengan room tour serta berbagai penampilan seni dari siswa SD hingga SMA. Suasana semakin meriah dengan pertunjukan Wayang Potehi dari Wayang Potehi Gudo. Pada kesempatan tersebut, Toni Harsono selaku Ketua Yayasan Klenteng Hong San Kiong sekaligus pendiri Museum Potehi Gudo, memberikan edukasi tentang sejarah dan prestasi Wayang Potehi yang telah tampil hingga tingkat internasional.

Bupati Warsubi juga mengajak masyarakat untuk turut melestarikan budaya daerah, khususnya Wayang Potehi.

“Wayang Potehi ini salah satu warisan budaya kita, yang sudah ada pada tahun 1600 Masehi, jauh sebelum Indonesia merdeka,” jelasnya.

Di hadapan para hadirin, Warsubi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan masyarakat Jombang. Ia menyebut, sepanjang tahun 2025 Kabupaten Jombang berhasil meraih 18 penghargaan berkat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Ke depan, mari kita terus bergandengan tangan untuk memajukan Jombang, demi mewujudkan Jombang yang maju dan sejahtera untuk semua,” pungkasnya.

Melalui program ini, Pemkab Jombang berharap pendopo benar-benar menjadi ruang publik yang hidup, terbuka, dan menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button