Politik dan PemerintahanWisata

Jalur KA Daop 7 Madiun Aman Pascagempa Magnitudo 6,5, Tujuh Kereta Sempat Dihentikan

Kediri, gelarfakta.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan seluruh jalur kereta api di wilayah operasionalnya dalam kondisi aman pasca-gempa tektonik bermagnitudo 6,5 yang berpusat di 89 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari pukul 01.06 WIB.

Sebagai langkah antisipasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan, sebanyak tujuh perjalanan kereta api (KA) sempat diberhentikan luar biasa (BLB) untuk memastikan kondisi rel dan jembatan tetap laik operasi.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa sesaat setelah gempa terasa, seluruh rangkaian KA yang sedang melintas langsung dihentikan secara serentak melalui sistem kendali radio lokomotif terpusat.

“SOP kami mewajibkan semua KA berhenti guna menunggu pemeriksaan jalur. Kami harus memastikan setiap jengkal rel dan konstruksi jembatan di wilayah terdampak dalam kondisi aman sebelum diizinkan kembali melintas,” ujar Tohari.

Setelah penghentian dilakukan, petugas dari Unit Jalan dan Jembatan (JJ) segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan visual dan teknis terhadap infrastruktur perkeretaapian di sejumlah titik lintasan.

Akibat penghentian darurat tersebut, tujuh perjalanan KA mengalami keterlambatan dengan total akumulasi waktu mencapai 212 menit. Kereta yang terdampak antara lain KA Bima, KA Turangga, KA Brantas, KA Sancaka, KA Brawijaya, KA Kertanegara, dan KA BBM, dengan lokasi pemberhentian di sejumlah petak jalan dan stasiun di wilayah Daop 7 Madiun.

Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Jalan dan Jembatan, lintas kereta api dinyatakan aman pada pukul 01.48 WIB.

“Seluruh lintas telah dinyatakan aman dan semua perjalanan KA kembali beroperasi normal sesuai Grafik Perjalanan KA (Gapeka). Kami memohon maaf atas keterlambatan yang terjadi demi mengutamakan keselamatan penumpang,” imbuh Tohari.

Ia menegaskan, KAI terus berkomitmen meminimalisir potensi risiko sekecil apa pun demi menjamin keamanan penumpang, awak sarana perkeretaapian, serta kelancaran operasional perjalanan kereta api.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami, terutama dalam kondisi darurat seperti bencana alam,” pungkasnya.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button