Peringati Nuzulul Quran Bersama PGRI, Wali Kota Kediri Ajak Guru Perkuat Pendidikan Berbasis Iman dan Karakter


Kediri, gelarfakta.com – Peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai pendidikan dan keimanan bagi para pendidik di Kota Kediri. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kediri memperingati Nuzulul Quran sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim di Masjid Baiturrahman Semampir, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan bertema “Guru Qurani, Pendidikan Berkualitas Kediri Mapan” tersebut diikuti sekitar 1.050 perwakilan PGRI Kota Kediri. Acara berlangsung khidmat sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan para tenaga pendidik.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Wali menuturkan bahwa peringatan Nuzulul Quran merupakan momentum penting yang mengingatkan umat Islam pada turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi manusia.
Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya sekadar kitab suci yang dibaca, tetapi juga menjadi sumber nilai moral, pedoman kehidupan, serta inspirasi untuk membangun masyarakat yang lebih baik.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sanalah lahir nilai-nilai moral dan inspirasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Mbak Wali menjelaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran juga membawa pesan penting bagi keluarga besar PGRI bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban.
Ia menambahkan, dalam Al-Qur’an terdapat perintah iqra yang berarti membaca, sekaligus menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan dalam kehidupan manusia.
“Bapak dan Ibu guru memiliki peran yang sangat penting dalam mencerdaskan generasi muda. Tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional serta akhlak yang baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mbak Wali menekankan bahwa generasi masa depan tidak cukup hanya dibekali ilmu pengetahuan semata. Generasi muda juga harus memiliki iman yang kuat serta karakter yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Menurutnya, tanpa landasan iman dan akhlak, ilmu pengetahuan justru berpotensi disalahgunakan ke arah yang negatif. Oleh karena itu, ia mengajak para guru untuk terus membimbing serta mengarahkan para siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu sekaligus berakhlak.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan para pendidik di Kota Kediri semakin memperkuat perannya dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan.(*/pty/kur)



